Minggu, 28 Juni 2009

HIV / AIDS

HIV / AIDS

Ketika AIDS pertama kali terdengar, banyak orang belum ngeh akan penyakit mematikan ini. Juga ketika virus ini menyerang bintang-bintang dunia seperti Rock Hudson dan Freddie Mercury, banyak orang mencibir dan beranggapan penyakit ini merupakan kutukan Tuhan atas dosa-dosa para korban. Tetapi, ketika AIDS menyebar melalui asi ibu penderita kepada bayi-bayi tak berdosa, mata mulai terbuka. AIDS, bisa menimpa siapa saja.
AIDS berasal dari Afrika. Awalnya, virus HIV menular lewat monyet dan kemudian berjangkit pada manusia. Dari benua ini, selanjutnya menyebar ke seluruh dunia. Tidak jelas mengapa penyakit ini awalnya banyak ditemukan di pasangan homoseksual.
AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan sindrom (kumpulan gejala) menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat virus HIV. Serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun dapat menyebabkan efek yang parah. Jadi, pasien bisa meninggal oleh penyakit biasa, misalnya influensa. Masalahnya, kekebalan tubuh untuk melawan penyakit itu yang tidak ada.
Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).
Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
APAKAH AIDS ?
Penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.
Virus penyebab AIDS adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus)
Penderita AIDS yang meninggal, bukan semata-mata disebabkan oleh virus AIDS, tetapi juga oleh penyakit lain yang sebenarnya bisa ditolak, seandainya sistem kekebalan tubuh tidak rusak oleh virus AIDS.


BAGAIMANA AIDS MENULAR ?
HIV dapat menular melalui hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi HIV tanpa memakai kondom, anal sex (lewat dubur), melalui alat-alat tajam yang telah tercemar HIV (jarum suntik, pisau cukur, tatto, jarum tato, dll), melalui ibu hamil penderita kepada janin atau bayi yang disusuinya, atau secara langsung (transfusi darah, produk darah atau transplantasi organ tubuh yang tercemar HIV).
Dalam berhubungan seks vaginal, perempuan lebih besar risikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh. Disamping itu karena cairan sperma akan menetap cukup lama di dalam vagina, kesempatan HIV masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. HIV di cairan vagina atau darah tersebut, juga dapat masuk ke aliran darah melalui saluran kencing pasangannya.

Prosentase terjadinya penularan aids :
75-85 % Penularan terjadi melalui hubungan seks (5-10 % diantaranya melalui hubungan homoseksual)
5-10 % akibat alat suntik yang tercemar (terutama pada pemakai narkotika suntik)
3-5 % melalui transfusi darah yang tercemar
90 % infeksi pada bayi dan anak terjadi dari Ibu yang mengidap HIV
25-35 % bayi yang dilahirkan oleh Ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV

GEJALA AIDS
Masa inkubasi HIV sangat tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing orang, rata-rata 5-10 tahun. Selama masa ini orang tidak memperlihatkan gejala-gejala, walaupun jumlah HIV semakin bertambah. Ketika sistem kekebalan tubuh sudah dalam keadaan parah, ia akan mulai menampakkan gejala-gejala AIDS.
Ada beberapa tahap yang akan dialami seseorang, bila ia terinfeksi HIV-AIDS.
1.Gejala tahap awal
Flu biasa yang akan sembuh beberapa hari kemudian. Pada tahap ini, tes darah masih belum dapat menunjukkan adanya HIV (negatif).
2.Gejala tahap lanjutan
Setelah melewati masa inkubasi (2-10 tahun), seseorang yang terinfeksi HIV akan mengalami:
Demam berkepanjangan
Selera makan menurun
Diare terus menerus, tanpa sebab yang jelas
Pembengkakan kelenjar prostat dan getah bening
Bercak-bercak merah di kulit
Berat badan turun drastis
3.Gejala tahap akhir
Sistem kekebalan tubuh menurun, pengidap HIV berkembang menjadi penderita AIDS. Hal ini diketahui dari tes darah penderita.
Gejala AIDS yang muncul, berupa:Radang paru, radang saluran pencernaan, kanker kulit, radang karena jamur di mulut dan kerongkongan, gangguan susunan syaraf, TBC, dll.
Infeksi virus HIV
Gejala AIDS
Rasa lelah berkepanjangan
Sesak nafas dan batuk berkepanjangan
Berat badan turun secara menyolok
Pembesaran kelenjar (di leher, ketiak, lipatan paha) tanpa sebab yang jelas
Bercak merah kebiruan pada kulit (kanker kulit)
Sering demam (lebih dari 38 °C) disertai keringat malam tanpa sebab yang jelas
Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas

Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):
Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati

Gejala MInor:
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo


SIAPA KELOMPOK RESIKO TINGGI ?
Siapa saja yang memiliki perilaku seksual berganti-ganti pasangan

BAGAIMANA PENGOBATAN DAN MENCEGAH AIDS ?
Sungguh sayang belum ditemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan AIDS. Obat-obatan berikut berfungsi untuk menghambat tingkat keparahan. Beberapa obat-obatan yang biasa digunakan pada anak-anak adalah zidovudine (AZT), didanosine (ddI), stavudine (d4T), lamivudine (3TC), dan zalcitabine (ddC). Beberapa jenis lainnya yang diujicobakan antara lain saquinavir, ritonavir, indinavir, nevirapine, dan delavirdine
Dengan obat-obat yang ada sekarang 75% anak yang terinfeksi HIV sejak lahir bisa hidup selama 5 tahun dan 50% bertahan hidup selama 8 tahun. Rata-rata usia meninggalnya anak-anak terinfeksi HIV ini masih 10 tahun, tapi semakin banyak anak yang bertahan sampai masa remaja. Pemberian imunoglobulin intravena kadang-kadang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Imunisasi rutin pada bayi dan anak diberikan pada hampir semua anak terinfeksi HIV, dengan atau tanpa gejala. Secara umum vaksin yang berisi bakteri dan virus hidup tidak diberikan. Imunisasi MMR tetap diberikan dengan pertimbangan campak pada anak terinfeksi HIV biasanya sangat parah bahkan fatal. Belum dilaporkan terjadinya efek berbahaya atas imunisasi ini. Pada kondisi kesehatan yang buruk penderita memerlukan pengawasan medis yang ketat, tapi sebaiknya tetap di lingkungan rumah selama masih memungkinkan.
Bila seseorang telah dinyatakan positif terkena HIV maka sebaiknya ia mendapat pengobatan di RS umum pusat yang ada di ibukota negara atau di setiap ibukota propinsi karena disana telah ada tim dokter khusus untuk penanggulangan aids.
Pengobatan :
1.Tidak berganti-ganti pasangan seksual
2.Pencegahan kontak darah, misalnya pencegahan terhadap penggunaan jarum suntik yang diulang
3.Dengan formula A-B-C
ABSTINENSIA artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah
BE FAITHFUL artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja
CONDOM artinya pencegahan dengan menggunakan kondom
Pencegahan Yang Dapat anda lakukan:
1. Periksa darah anda dan minta bantuan dokter untuk pengobatan anti virus.
2. Usahakan hidup sesehat mungkin, makan bergizi dan sangat hindari paparan infeksi penyakit apapun karena anda tidak lagi memiliki kekebalan tubuh.
3. Tidak melakukan hubungan badan, menghindari kehamilan, atau gunakan kondom.
4. Tidak melakukan donor darah atau organ tubuh lainnya.
5. Mengikuti kelompok/organisasi AIDS, untuk meringankan beban mental atau berbagi pengalaman.
6. Tindakan dokter untuk anda:
a. Memeriksa darah untuk antibodi HIV.
b. Mengobati gejala-gejala infeksi bila ada.
c. Memberi resep obat anti virus untuk memperlambat laju infeksi.
7. Hubungan badan hanya dengan pasangan hidup anda yang selalu setia atau menjalani abstinensi (puasa berhubungan seks).
8. Jangan melakukan hubungan badan dengan pelacur, dan berganti-ganti pasangan.
9. Gunakan kondom dari latex setiap berhubungan badan (kondom menurunkan resiko infeksi, tetapi tidak dapat mencegah secara total). Kondom yang terbuat dari selaput (membran) binatang terlalu tipis untuk dapat melindungi.
10. Hindari penyalahgunaan obat dan penggunaan jarum suntik bersama-sama.
11. Safety prosedur dalam hal pemakaian jarum suntik, donor darah, atau alat lain yang bisa menyebabkan luka. Misalnya pada waktu akan disuntik, mintalah jarum suntik baru. Atau saat ke salon/dokter gigi, pastikan bahwa alat yang digunakan telah disterilkan terlebih dahulu
12. Bila perlu operasi sebaiknya mintalah tranfusi darah autologous (donor darah untuk nantinya dipakai sendiri)
13. Tidak memberikan ASI kepada bayi bila ibu menderita AIDS

Sebagai catatan, Infeksi HIV/AIDS tidak dapat ditularkan lewat:
1. Kontak sosial biasa (berjabat tangan, berpelukan, berciuman).
2. Makanan/alat-alat makan.
3. Toilet/kolam renang.
4. Gigitan nyamuk atau serangga lain.
5. Donor darah yang bebas virus HIV/AIDS.

0 komentar:

Posting Komentar