Rabu, 01 Juli 2009

Bintang Di langit (part 1)

Bulan February entah kenapa setiap hari valentine pasti hujan turun dan cuaca menjadi dingin mungkin agar sepasang kekasih menikmati hari valentine mereka dan suasa menjadi romantis di bawah payung yang melindungi badan mereka.Taman ini sudah akrab bagi valen, taman yang sudah memberikan begitu banyak kenangan, dari yang bahagia, manis, seneng, ketawa, sakit, sedih, sampe nangis dan kecewapun valen pernah merasakannya disini walaupun begitu taman ini adalah taman kenangan bagi valen dan pasti bagi kedua sahabat valen juga, di taman rafles 5 tahun yang lalu kak rendra datang tidak ya…

“hai valen…sory lama ya tadi gue nganter bunda dulu ke supermarket…”suara ryan membuyarkan lamunan valen tentang peristiwa 5 tahun lalu.

“ah…ga apa apa kok…”tangan valen meraih tangan ryan dan mereka berdua pergi kederetan toko yang menjual berbagai macam coklat dan pernak pernik lucu yang setiap bulan februari selalu ramai di padati pengunjung yang rata rata masih remaja, yah…mungkin karena valentine sebentar lagi akan tiba

Hampir setiap toko yang di masuki ryan dan valen berhias pita, balon, bunga dan berbagai macam pemanis toko yang semuanya berwarna pink, entah kenapa valentine selalu identik dengan warna pink dan yang pasti makanan yang di suakai setiap wanita, coklat????

Setelah puas muter muter dan keluar masuk setiap toko yang mereka lewati akhirnya mereka dapat juga kado yang cocok untuk kado special buat valentine nanti.Sesampainya dirumah, mereka memeriksa kado masing -masing untuk di berikan kepada seseorang yang mereka anggap special.Tapi setiap kali ryan tanya valen untuk siapa kado itu, valen selalu tidak mau menjawabnya,katanya sich someone special.ryan sich percaya percaya aja karena ryan tahu sifat valen yang paling nggak mau dipaksa.Beda valen beda juga sama ryan, kalo ryan nggak usah ditanya, juga bakalan pamer kalo kado itu buat pacarnya.Tiara.

***

Ryan sama valen sahabatan dari kecil mereka selalu bersama dari mereka masih TK sampe sekarang udah pada SMA mereka selalu satu sekolah satu kelas pula.Mereka sekarang kelas 3 di SMA NAGISA.

Valen siswi pintar di sekolahnya valen Ketua OSIS di SMA NAGISA valen telah merubah sejarah di SMA nya karena baru kali ini ketua OSIS di sekolahnya cewek.Valen gadis yang manis, nyenengin bisa buat orang ketawa kalo di dekat valen, tubuhnya yang kecil membuat valen menjadi lebih imut dan terkadang dia seperti anak kecil, usil banget tapi kalo udah urusan ma sekolah dia tegas banget, prestasi yang udah di capai valen banyak banget.

Tapi kalo Ryan dia beda banget sama valen, kaya bumi sama langit, kalo valen langitnya ryan itu buminya jauh banget, ryan itu pemalas, jadi setiap pagi yang bertugas ngebangunin ryan, valen.Ryan memang ga terlalu pintar di pelajaran, dia selalu saja di hukum berdiri di depan kelas karena tidak mengerjakan tugas sekolah, makanya ryan selalu milih satu kelas sama valen dari mereka TK karena valen bisa diandalin di setiap pelajaran tapi tenyata kali ini dewi fortuna nggak lagi perpihak sama ryan yang mulai kelas 2 ryan nggak bakalan lagi satu kelas sama valen, karena mereka beda jurusan.Kebandelan ryan nggak cuma soal pelajaran dia juga kadang bikin onar di kelas,godain temen yang lainlah kalo lagi jam pelajaran, kalo ga ya berantem tapi itu masih jarang.Tapi dia punya satu sisi yang bisa di banggain, ryan itu ketua tim basket andalan SMA NAGISA.Tim basket Ryan selalu menang setiap pertandingan melawan sekolah lain.

“bagus banget permainanmu nggak salah gue punya temen kaya lo”sapaku menemui ryan di pojokkan lapangan yang lagi beresin barang barangnya.

“Siapa dulu Ryan Agustinus Ferdinan ketua tim basket SMA Nagisa”jawab ryan dengan sombongnya, tak sampai setengah detik jitakan maut valen telah mendarat di kepala ryan.“Auw…sakit tau”tapi tetep aja valen masabodo dan terus jalan keluar gedung olahraga

“pulang yuk”valen berjalan kearah luar diikuti oleh ryan yang masih aja nyengir kesakitan karena jitakan valen.

***

Setiap malam tiba ryan dan valen selalu duduk di ayunan yang ada di halaman rumah, halaman rumah mereka memang jadi satu dulu sich pisah tapi lama kelamaan mereka menjadi akrab dan seperti keluarga sendiri orang tua mereka merombak halaman menjadi satu. Sejak kecil mereka mempunyai kebiasaan yang sama mungkin karena mereka selalu bersama kebiasaan yang mereka lakukan juga sama, mereka suka sekali memandangi langit malam yang berhiaskan bintang bintang yang memancarkan cahaya yang indah yang sanggup membuat orang yang memandangannya menjadi tenang dan damai yang pasti kalo langit lagi cerah ya, kalo lagi mendung apalagi ujan yang pasti mereka cuma liat dari dalam rumah aja.

“valen indah ya bintangnya?”suara ryan memecah keheningan yang mereka ciptakan sedari tadi karena memandang lagit malam.

“indaaaaah banget…lihat deh ryan ada satu bintang yang memancarkan sinar paling terang?”saut valen dengan tangan menujuk satu bintang.

“Itulah yang aku suka dari bintang dia selalu memancarkan sinar yang dapat membuat hati kita merasa damai, dan bintang akan selalu ada buat kita di saat kita merasa sepi!!!”

“sekalipun siang bintang tetap akan menemani kita walaupun itu di belahan bumi yang lain”saut valen seketika dan kemudian di balas oleh ryan

“karena yang nggak kelihatan bukan berarti nggak ada kan?”mereka berdua tersenyum mengingat kenangan mereka berdua yang dulu sering nongkrong di atap rumah karena halaman yang belum di rombak dan nggak ada ayunan di sana.

“valen adaikan ada bintang jatuh kamu mau minta apa?”

“hah…bintang jatuh?permintaan?masih aja percaya ma gituan kaya anak kecil aja?”

“cepetan sebutin apa permintaan lo”pinta ryan yang masih memandang langit

“aku sich pengen ketemu sama jodoh aku pangeran berkuda putih”

“dasar cewek…impiannya selalu aja ga masuk akal”

“biarin…emang kalo lo mau minta apa?”

“apaan ya?????hmmm…….ini ja dech….aku pengen di kehidupan mendatang kita semua barengan lagi,aku,kamu juga kak rendra”

Mendengar kata rendra jantung valen menjadi berdetak cepat sampai sampai valen hampir tak bisa bernapas.dan ingatannya kembali ke peristiwa 5 tahun yang lalu saat valen janjian dengan kak rendra di taman rafles.

Bandung,14 February 2002

Hampir setiap hari Ryan, valen dan kak rendra bermain bersama di taman rafles mereka berlarian mengitari taman.Waktu itu kak rendra kelas 3 SMP sedangkan ryan dan valen masih kelas 1 SMP, walaupun rumah rendra beda 2 blok dari rumah ryan dan valen tetapi kak rendra selalu menyempatkan datang ke rumah ryan dan valen untuk jemput mereka sekolah.

Bagi ryan dan valen, kak rendra adalah kakak yang dapat melindungi mereka, semasa SMP kak rendra idola cewek cewek karena tampang kak rendra yang ganteng, ramah pula, dan satu lagi kak rendra itu ketua osis di SMP mereka, kak rendra termasuk siswa paling pintar, dia telah mengukir banyak prestasi selama sekolah, ryan dan valen selalu minta dilatih bahasa inggris karena kak rendra jago banget bahasa inggris kak rendra juga sempet ikut lomba debat bahasa inggris lho.Satu lagi kak rendra jago banget soal gambar cita cita kak rendra menjadi design grafis interior.

Pagi itu kak rendra yang tiap hari bertugas antar jemput ryan sama valen udah nunggu di depan rumah mereka berdua dan dari arah rumah ryan dan valen mereka berdua berlari kearah kak rendra sambil berteriak ”bunda …ayah….berangkat dulu ya…..”hal itu sudah terbiasa terjadi setiap paginya. Kemudian mobil rendra melaju kearah sekolah mereka, di sepanjang jalan menuju sekolah banyak sekali toko yang dihiasi dengan pita, boneka, balon yang hampir semuanya berwarna pink….ya….maklumlah hari inikan valentine day. “bagus ya hiasan itu”celoteh valen saat melihat sederetan toko yang mereka lewati

Sesampainya di sekolah valen, ryan dan kak rendra masuk kelas masing masing. Saat valen masuk kelas teman temannya sedang berkumpul sambil membawa kado special untuk seseorang yang special juga.

“hai….sedang apa kalian?”teriak valen pada teman temannya

“pagi valen….ini kita lagi ngomongin kado valentine yang mau kita kasih…biasa lah buat someone….kamu mau ngasih apa valen?”

“hah aku….aku nggga punya kado lagian mau di kasih siapa coba?”jawab valen santai sambil menaruh tasnya di kursi dan kemudian duduk

“buat siapalah orang yang menurutmu berarti di hidupmu, ryan missal”usul salah satu sahabat valen .

“hah…ryan ya ngga mungkinlah masa ryan sich ntar dia kege-eran lagi, males dech”

“ya udah…kalo kak rendra gimana masih nolak?”mendengar nama kak rendra di sebut hati valen langsung berdetak cepat dan valen cuma bisa diam.

“hai valen…Kok bengong sich…hayo kamu suka kak rendra ya…?”

Valenpun terkejut dan dia terbangun dari lamunannya “ah…ga kok, mana mungkin, kak rendra kan udah ku anggap sebagai kakak ku sendiri jadi ga mungkin aku suka ma kak rendra”

“hubungan yang di mulai dari sebuah persahabatan dan bilang mereka udah kaya kakak adek itu boong banget dan nggak mungkin, pasti suatu saat salah satu perasaan dari mereka bakalan berubah” kata teman valen berpendapat

“dan hubungan yang bermula dari persahabatan dan berlanjut menjadi pacar akan berakhir dengan hancurnya persahabatan itu”bales valen yang kemudian menghentikan perkataannya sejenak “dan aku nggak mau persahabatan yang aku jaga selama bertahun tahun hancur karena hal sepele”

“yakin kamu valen” tentang sahabatnya dan hanya senyuman manis valen yang terlontar.

Bel berbunyi dan siswa siswi kembali ke tempat duduknya masing masing.Valen masih memikirkan perkataan teman temannya tadi. Apa benar ya valen suka kak rendra atau valen hanya kagum pada kak rendra? hati valen masih bingung dengan apa yang dia rasakan sekarang. kini di hati hanya ada kak rendra, setiap kali dia bertemu, setiap kali valen mendengar nama kak rendra di sebut hati valen selalu saja bergetar dan jantung valen serasa berdetak cepat.Apakah ini yang di namakan cinta?

Saat bel pulang rendra sudah menunggu di parkiran tapi kok yang datang hanya ryan sendirian ya mana valennya? kak rendra merasa aneh “ryan mana valennya kok sendirian sich?”

“ngga tahu kak rendra tadi sich katanya mau pulang sendirian”jawab ryan sambil mengatur napasnya yang sudah berlarian menuju parkiran karena dipikirnya kak rendra sudah pergi ninggalin ryan sendirian.

“kok tumben sich valen minta pulang sendirian biasanya juga yang paling semangat? padahalkan kak rendra mau ngomong ma kalian”

“ya udahlah kak…pulang yuk capek ni, paling valen lagi mau jalan jalan”pinta ryan yang sudah kecapean gara gara berlari.Ryan dan kak rendra lalu masuk ke dalam mobil sesaat kemudian mobil mereka meluncur ke rumah ryan

***

Sementara di pelantaran toko

Valen seorang diri berjalan di antara banyak orang yang berseliweran berjalan di depan deretan toko yang menjual berbagai macam coklat.Valen berniat untuk membelikan coklat pada kak rendra dan memastikan perasaannya pada kak rendra walaupun valen tahu itu mustahil baginya tapi valen tetap ingin mencobanya.

Valen masuk ke salah satu toko dari beberapa toko yang telah valen lewati.Valen sempat kebingungan saat memilih hadiah yang pantas untuk kak rendra, tapi beruntung valen bertemu dengan alan, teman sebangku kak rendra.Alan memberi ide untuk memberikan pajangan kaca berbentuk setengah bulat yang berisi rumah dan di hujani oleh salju, valen berpikir pikir dan akhirnya valen memutuskan untuk memilih pajangan kaca yang di usulkan alan.

Sesampainya di rumah valen menelfon kak rendra untuk bertemu dan memberikan coklat sore ini juga “halo…”suara dari sebrang sana

“halo…bunda ini valen”jawab valen

“oh…nak valen ada perlu apa?”

“kak rendranya ada bunda?”

“wah…kebetulan sekali rendra lagi keluar tu…ada pesan nak valen”

“begini bunda tolong bilang ma kak rendra nanti sore jam 4 valen mau ketemu di taman rafles”

“o…iya nanti bunda sampaikan sama kak rendra”

“terimakasih bunda”kemudian valen menutup telepon

Jam masih menunjukan pukul 3 sore,valen merebahkan badannya yang terasa capek, kepala valenpun terasa pusing dan suhu tubuhnya yang cukup tinggi di atas tempat tidurnya yang berwarna putih bermotif strawberry yang sangat nyaman.

Saat valen terbangun jam telah menujukkan pukul 8 malam.Valen terkejut kemudian valen berlari keluar rumahnya menuju taman rafles yang saat itu sedang hujan deras.Valen mencari cari sosok kak Rendra tapi sayang tak ada tanda tanda kak Rendra ada di sana sesaat kemudian Valen menangis sejadi jadinya di taman rafles di temani hujan yang mengguyur seluruh permukaan bumi hari ini.

***

“hai…valen, lo kenapa sich?”suara ryan menyadarkan valen dari lamunannya tentang kak rendra 5 tahun lalu.

“hai…nglamunin apaan sich?”

“hah…ga papa kok….Cuma keinget dulu aja waktu kecil, kita suka nongkrong di atap rumah lihatin bintang bintang?”

“gue juga kadang kadang kalo lagi gini suka keinget banget sama kenangan kita dulu, apalagi ma kak rendra kangen banget gue, kapan ya kak rendra pulang?”Tanya ryan spontan, tapi valen hanya diam melihat bintang di langit dan keheningan mulai meliputi mereka bereka berdua.hingga akhirnya ryan yang mulai membuka mulut memecahkan keheningan itu “udah yuk masuk udah malam ntar sakit, lo kan lagi nggak enak badan”

Udara sejuk berhembus masuk ke kamar valen membuat valen merasa lebih semangat, valen sudah siap siap untuk berangkat sekolah. Tiba tiba valen teringat akan tugasnya setiap hari membangunkan ryan, valen kemudian menelpon ryan tapi dasar ryan males banget, yang pasti ryan belom bangun dan yang jawab telpon valen mbak veronica, makanya valen berinisiatif masuk kekamar ryan karena valen udah terbiasa keluar masuk rumah ryan jadi valen dengan mudah masuk ke kamar ryan. Ayah ryan juga udah biasa sama kelakuan valen.

Ryan merasa selimut yang menemaninya tidur semalaman menghilang dari tubuhnya dan tiba tiba terdengar suara yang bagaikan petir menyambar telinganya.

“ryaaaaaaaaaaannnnnnnnnn……….cepetan bangun” suara nyaring valen membuat tidur pulas ryan terganggu dan spontan ryan marah sama valen.

“vaaaaleeeeennnnn……..ganggu aja lo, ngapain di kamar gue?” suara ryan tak kalah nyaringnya dengan suara valen. Ayah ryan tak pernah terganggu dengan ulah mereka berdua yang hampir setiap hari teriak teriak di dalam rumah dan berbuat konyol di rumah.

“habis dari tadi di telpon yang jawab malah mbak veronica, ya udah gue masuk aja ke kamar lo, ayo cepetan bangun, ntar kita telat lagi?”teriak valen pada ryan yang masih tidur di kasurnya.

“emangnya jam berapa sich?”

“jam SETENGAH TUJUH pagi”kata valen dengan menegaskan pada kata jam “setengah tujuh”.

“hah….SETENGAH TUJUH pagi”spontan ryan langsung mengambil handuknya dan berlari ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.

Lima menit kemudian ryan keluar dari kamar mandinya dengan masih menggunakan boxer kesayangannya yang bergambar spongsbob dan langsung ganti baju di depan valen yang masih melihat lihat dvd koleksi ryan yang bejibun dan ngga bisa kehitung lagi.

“mandi ga sich lo?”Tanya valen yang masih bengong melihat temannya yang hanya lima menit mandinya.

“mandi, emangnya lo ga pernah mandi”

“untung dah di bangunin, di temenin pula masih aja sewot”

“ya udah yuk berangkat, ntar telat…”

“yakin berangkat…”

“ya iya lah…..emang mau nungguin apa lagi”

“tutup dulu tuh resletingnya ntar kabur…”

Ryan langsung melihat resleting celananya dan langsung menutupnya, kemudian ryan menarik valen keluar dari kamarnya.dan turun ke lantai satu rumah ryan. Tapi tiba tiba saja valen terpeleset dan untung saja ryan cepat tanggap dan langsung menangkap valen. Tubuh kecil valen tertangkap ryan dan wajah mereka berhadapan ryan dan valen terdiam sesaat, entah perasaan apa yang begitu saja menyelinap di hati ryan?

“ryan, valen ayo makan dulu” suara ayah memecahkan keheningan mereka.

valen dan ryan membenarkan posisinya.Ryan langsung keluar rumah begitu juga valen yang mengikuti ryan dari belakang sambil menjawab tawaran ayah ryan “nggak usah ayah kita udah telat” dengan suara sewajarnya.Ayah ryan hanya bisa diam melihat kelakuan kedua anak itu.

Ryan dan valen berlari secepat mungkin berlari menuju gerbang sekolah yupzzz…..tepat pada waktunya ryan dan valen masih di perbolehkan masuk dan siswa siswi di belakang mereka sudah tidak di perbolehkan masuk ke dalam sekolah.Untung aja mereka masih boleh masuk kalo ngga wah…..repotasi valen sebagai ketua OSIS SMA NAGISA bakalan hancur kalo semua siswa tahu valen terlambat masuk sekolah.Mereka berhenti sebentar untuk menarik napas setelah berlari sehabis turun dari bis.

***

Saat masuk kelas Ryan terkejut karena ada tugas metematika pada jam pertama.Ryan membuka bukunya dan masih berharap masih sempat mengerjakannya sebelum bu.endah masuk kelas, tapi sayang bu.endah telah masuk kelas.Tapi untung saja Bu.Endah tidak menyuruh mengumpulkan tugas siswa siswinya. Ryan merasa terselamatkan hari ini.Pelajaranpun di mulai tapi pikiran Ryan tidak bisa terpusat pada pelajaran hari ini, pikiran ryan melayang pada kejadian yang melibatkannya dengan valen tadi pagi, tapi tiba tiba terdengar suara yang memecahkan lamunan ryan

“Ryan, coba kerjakan no.3 di papan tulis!”teriak bu.Endah sambil membanting penghapus ke meja ryan.Ryan mendadak kaget karena hentakan penghapus dan dia tidak bisa mengerjakan soal di papan tulis itu.Ryan mencoba meminta bantuan tapi sayang tidak ada yang bisa diandalkan.

“Ryan cepat kau maju dan kerjakan soal di papan tulis itu!!”Teriak Bu.Endah pada ryan, walaupun Bu.Endah termasuk guru yang sabar tapi kalo ada yang tidak memperhatikan pelajarannya Bu.Endah bisa marah.

Akhirnya ryan maju ke depan kelas, ryan menghadap ke papan tulis dia bingung harus ngapain.Bu.Endah tidak sabar akhirnya ryan di hukum berdiri di depan kelas sampai jam pelajaran berakhir.Ryan pasrah dan berdiri di depan kelas.

Jam istirahat akhirnya tiba juga, hampir seluruh kelas udah pada keluar termasuk kelas valen.Valen keluar dari kelas dan jalan menuju kelas ryan tapi setelah sampai di sana valen melihat pemandangan yang sudah biasa dia lihat, lagi lagi ryan di hukum berdiri di depan kelas.

Valen terkejut karena tiba tiba pintu terbuka dan Bu.Endah keluar kelas dan meminta ryan ikut ke ruang guru. Ryan berjalan mengikuti Bu.Endah dari belakang. Valen penasaran apa hukuman ryan kali ini. Setelah ryan keluar dari ruang guru valen mendekati ryan. “elo di hukum apa lagi kali ini?”Tanya valen penasaran.

“Di hukum bersihin seluruh kamar mandi di sekolah”

“ha…ha…ha…emank elo salah apaan lagi hah…?”

“Biasa”jawab ryan sambil jalan ke arah kamar mandi terdekat.

“godain cewek cewek di kelas, berantem”kata valen yang mulai menebak nebak,tapi tetep aja ryan geleng geleng.

“trus apaan dong, ah….”kata valen sambil mengacungkan telunjuknya “pasti nggak ngerjain PR”

“hampir bener tapi bukan itu”jawab ryan enteng

“trus apaan dong?”

Ryan mempercepat jalannya dan meninggalkan valen yang kemudian ngejawab semua pertanyaan valen “Nglamun di kelas”

Valen hanya bisa terdiam mendengar jawaban ryan dan dalam pikiran valen,valen hanya bisa berkata “Hah nglamun orang kaya ryan yang paling nggak bisa diem bisa juga nglamun ???pasti otak ryan lagi nggak beres nih.”

Sesaat kemudian valen teringat tujuannya mencari ryan.spontan valen teriak sebelum ryan lebih jauh “Ryan, tiara nungguin elo di kantin”Ryan hanya mengacungkan ibu jarinya tanda “OK”.

Ryan berjalan menuju kantin sekolah dan mencari cari tiara.Tiara yang yang sedang duduk di tempat yang paling pojok melambaikan tangan saat matanya menangkap wajah ryan. Ryan yang melihatnya langsung menghampirinya dan duduk tepat di depan tiara.

“kata valen, Ara nyari ryan, ada apa?”Ara adalah nama panggilan sayang ryan buat tiara.

“nggak Cuma mau ngajakin jalan aja pulang sekolah, kan udah lama kita nggak jalan bareng”

“pulang sekolah ntar?”tanya ryan dan tiara mengganggukkan kepalanya. “kayanya aku nggak bisa dech”

“lho kenapa?”

“ntar pulang sekolah aku dapet hukuman dari Bu.Endah jadi nggak bisa pulang bareng kamu dech ara”

“Ara tungguin dech”

“nggak usah ntar ara malah kesorean nungguin ryan”

Akhirnya tiara pasrah dan nurut aja sama ryan.

***

Bel tanda pelajaran berakhirpun berbunyi hampir seluruh murid SMA Nagisa berjalan menyusuri koridor menuju gerbang untuk pulang ke rumah.Kecuali seorang murid yang mendapatkan hukuman dari Bu.Endah yupzz yang pasti itu ryan dan seorang sahabat sejati ryan.Valen.

Udah jadi kebiasaan valen kalo Ryan dapet hukuman pasti bantuin.Walaupun Valen ketua Osis SMA Nagisa tapi valen tak pernah mempermasalahkan hal itu. Kali ini valen bantuin Ryan bersihin kamar mandi sekolah. Dasar valen usil, valen menyiram ryan dengan air kotor, ryan tak terima ryan membalas valen dan merekapun akhirnya bermain air di kamar mandi sekolah. Entah kenapa ryan merasa hukuman kali ini terasa menyenangkan dari yang sudah sudah atau mungkin karena valen?padahal hampir setiap dia di hukum, valen selalu bantuin, tapi kenapa kali ini beda? dan perasaan itu beda dengan perasaannya selama ini pada valen.Mereka tampak senang dan bahagia.Mereka sampai tak sadar mereka telah berjam jam bermain air di kamr mandi sekolah.Akhirnya mereka cepat cepat menyelesaikannya dan setelah selesai mengerjakan hukumannya ryan dan valen pulang ke rumah.

Ryan dan valen pulang dalam keadaan basah kuyub, di sepanjang perjalan semua orang melihat mereka dengan pandangan yang aneh karena hari ini matahari begitu panas. Walaupun begitu mereka cuek aja dan tetap tertawa dan bersenang senang di sepanjang jalan menuju rumah.

Sementara di halaman rumah valen dan ryan.

Orang tua ryan, dan valen berkumpul di depan halaman rumah yang cukup luas dan sangat nyaman ada beberapa bunga yang menghiasi halaman agar terlihat cantik.Mereka sedang asyik bercanda di halaman rumah karena hari ini mereka kedatangan tamu istimewa, sambil menunggu ryan dan valen pulang dari sekolah.

Akhirnya valen dan ryan sampai di rumah mereka memberi salam pada orang tua masing masing.

“bunda ayah….”teriak valen dan mencium tangan mereka, ryan juga melakukannya pada ayahnya.

“bunda, ayah…”ryan memberi salam pada orang tua valen, ryan sudah menganggap orang tua valen seperti orang tuanya sendiri, karena bunda ryan telah pergi menghadap yang diatas, begitu sebaliknya dengan valen.Itu semua adalah kebiasaan ryan valen sejak kecil bila smpai di rumah.

“kalian kok basah kuyup gini sich?”Tanya orang tua masing masing, ryan dan valen hanya tersenyum mendengar pertanyaan orang tua mereka.

Tiba tiba terdengar suara dari arah belakang yang menyapa mereka “hai ryan, valen…” mereka berdua kaget mendengar suara yang tak pernah berubah yang sekian lama tak mereka dengar, ryan dan valen melihat ke arah belakang, mereka kaget setelah melihat siapa yang datang



To be Continue....

Siapa ya kira kira yang dateng?kenapa valent dan ryan begitu kagetnya?trus gimana sama ryan yang hatinya kini mulai goyah?ikutin terus kelanjutan bintang di langit part 2....di tunggu ya.....

0 komentar:

Posting Komentar