Jumat, 24 Juli 2009

Pengantar Epidemilogi

PENGANTAR

EPIDEMIOLOGI

A. PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI

Dengan adanya masalah pada penduduk seperti : adanya penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit deganerasi, kanker, penyakit jiwa, kecelakaan lalulintas, bencana alam, peledakan penduduk dan sebagainya. Maka Omran (ahli epidemiologi : 1974) membuat defenisi tentang epidemiologi sebagai suatu studi mengenai terjadinya dan distribusi keadaan, kesehatan, penyakit, dan perubahan pada penduduk, begitu juga “determinan”nya akibat-akibat yang terjadi pada kelompok penduduk.

Epidemiologi merupakan suatu cabang ilmu kesehatan untuk menganalisis sifat dan penyebaran berbagai masalah kesehatan dalam suatu penduduk tertentu serta mempelajari sebab timbulnya masalah serta gangguan kesehatan tersebut untuk tujuan pencegahan maupun penanggulangannya. (Noor, 2000)

Epidemiologi adalah ilimu yang mempelajari tentang sifat, penyebab, pengendalian, dan faktor – faktor yang mempengaruhi frekuensi dan distribusi penyakit, kecacatan, dan kematian dalam populasi manusia. Epidemiologi juga meliputi pemberian ciri pada distribusi status kesehatan, penyakit, atau masalah kesehatan masyarakat lainnyaberdasarkan usia, jenis kelamin , ras, geografi, agama, pendidikan, pekerjaan, perilaku, waktu, tempat, orang dan sebagainya. (Timmreck, 2004)


Epidemiologi bersala dari kata Yunani, dan secara harfiah berarti :
Epi = di atas/ di antara/ yang ada diantara
Demos = populasi, orang, masyarakat
Logos = ilmu
Jadi epidemiologi secara bebas diartikan sebagai :
Ilmu yang mempelajari sesuatu (penyakit) yang ada di antara (yang melanda) masyarakat/populasi
Atau :
Ilmu yang mempelajari epidemi/wabah dengan tujuan mengendalikannya dan mencegah terulangnya kembali. (Slamet, 2005)

B. TUJUAN EPIDEMIOLOGI

1. Tujuan Umum

A. Meneliti populasi manusia, namun sekarang metodenya berlaku juga bagi penelitian lain – lain populasi, seperti hewan, tumbuhan, air, udara, tanah, dll. Karena wabah diantara populasi lain dapat juga menyerang manusia, misalnya flu burung dari Hongkong. Penyakit Pest yang merupakan penyakit tikus, dan Deam Berdarah Ebola yang asalnya dari Kera, dll.

B. Mengendaikan wabah saja, yakni dalam arti epidemiologi yang sangat sempit hanya menyangkut penyakit menular. Tetapi karena definisi epidemiologi telah berubah sesuai keburtuhan yang telah diuraikan terdahulu, maka tujuan epidemiologi juga menjadi luas dan mencakup :

* Deskripsi penyakit, agar dapat mengungkap mekanisme kausal, menjelaskan mengapa terjadi pola penyakit yang ada (agent, faktor penentu), dapat menjelaskan perjalanan penyakit, dan dapat digunakan untuk memberi pedoman pelayanan kesehatan yang diperlukan, misalnya daerah yang mempunyai insidensi Malaria lebih banyak, maka harus dapat mengutamakan pelayanan terhadap Malaria.

* Menjelaskan mekanisme terjadinya penyakit, sehingga dapat digunakan untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan lingkungan dan kesehatan lingkungan kerja.

2. Tujuan Praktis

A. Memformasikan hipotesa yang menjelaskan pola distribusi penyakit yang ada atas dasar karakteristik waktu, tempat, host, dan agent potensial.

B. Menguji hipotesa dengan menggunakan penelitian yang dirancang secara khusus untuk dapat mengungkapkan penyebab penyakit

C. Menguji validitas konsep pengendalian penyakit dengan menggunakan data epidemiologis yang dikumpulkan sehubungan dengan program tersebut.

D. Membantu membuat klasifikasi penyakit atas dasar penelitian etiologis. Perjalanan penyakit yang sepadan secara epidemiologis dapat memberi petunjuk bahwa etiologinya itu sejenis dan sebaliknya.

E. Mengungkapkan perjalanan suatu penyakit untuk menentukan prognosis penyakit. (Slamet, 2005)

Menurut Lilienfeld ada tiga tujuan umum studi epidemiologi, yaitu :

1. Untuk menjelaskan etiologi (studi tentang penyebab penyakit) satu penyakit atau sekelompok penyakit, kondisi, gangguan, defek, ketidakmampuan, sindrom, atau kematian melalui analisis terhadap data medis dan epidemiologi dengan menggunakan manajemen informasi sekaligus informasi yang berasal dari setiap bidang atau disiplin ilmu yang tepat, termasuk ilmu sosial/perilaku.

2. Untuk menentukan apakah data epidemiologi yanga ada memang konsisten dengan hipotesis yang diajukan dan dengan ilmu pengetahuan, ilmu perilaku, dan ilmu biomedis yang terbaru.

3. Untuk memberikan dasar bagi pengembangan langkah – langkah pengendalian dan prosedur pencegahan bagi kelompok dan populasi yang berisiko, dan untuk pengembangan langkah – langkah dan kegiatan kesehatan masyarakat yang dipelukan, yang kesemuanya itu akan digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan langkah – langkah , kegiatan, dan program entervensi. (Timmreck, 2004)

C. MANFAAT / KEGUNAAN EPIDEMIOLOGI
Tujuh manfaat epidemiologi
1. Untuk mempelajari riwayat penyakit

a. Epidemiologi mempelajari tren penyakit untuk memprediksi tren penyakit yang

mungkin akan terjadi
b. Hasil penelitian epidemiologi dapat digunakan dalam perencanaan pelayanan

kesehatan dan kesehatan masyarakat.

2. Diagnosis masyarakat
a. Penyakit, kondisi, cedera, gangguan, ketidakmampuan, defek/cacat apa sajakah

yang menyebabkan kesakitan, masalah kesehatan, atau kematian di dalam suatu

komunitas atau wilayah

3. Mengkaji risiko yang ada pada setiap individu karena mereka dapat mempengaruhi

kelompok maupun populasi
a. Faktor risiko, masalah, dan perilaku apa sajakah yang dapat mempengaruhi

kelompok atau populasi
b. Setiap kelompok dikaji dengan melakukan pengkajian terhadap faktor risiko

dan menggunakan tekhnik pemeriksaan kesehatan, misalnya risiko kesehatan,

pemeriksaan , skrining kesehatan, tes kesehatan, dll.

4. Pengkajian, evaluasi, dan penelitian
a. Sebaik apa pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan dalam

mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan populasi atau kelompok
b. Untuk mengkaji keefektifan, efisiensi, kualitas, kuantitas, akses, ketersediaan

layanan untuk mengobati, mengendalikan atau mencegah penyakit, cedera,

ketidakmampuan atau kematian.

5. Melengkapi gambaran klinis
a. Proses identifikasi dan diagnosis untuk menetapkan bahwa suatu kondisi

memang ada atau bahwa seseorang memang menderita penyakit tertentu
b. Menentukan hubungan sebab akibat misalnya radang tenggorokan dapat

menyebabkan demam rematik.

6. Identifikasi sindrom
a. Membantu menyusun dan menetapkan kriteria untuk mendefinisikan sindrom,

misalnya sindrom down, fetal alcohol, kematian mendadak pada bayi.

7. Menentukan penyebab dan sumber penyakit
a. Temuan epidemiologi memungkinkan dilakukannya pengendalian, pencegahan,

dan pemusnahan penyebab penyakit, kondisi, cedera, ketidakmampuan atau

kematian. (Timmreck, 2004)

Apabila epidemiologi dapat dipahami dan diterapkan dengan baik, akan diperoleh berbagai manfaat yang jika disederhanakan dapat dobedakan atas empat macam yakni :

1. Membantu pekerjaan administrasi kesehatan.

Uraian yang disampaikan pada awal Bab ini adalah salah satu contoh dari manfaat epidemiologi dalam administrasi kesehatan, yakni membantu pekerjaan perencanaan (planning) dari pelayanan kesehatan. Kecuali epidemiologi juga bermanfaat pada pemantauan (monitoring) suatu upaya kesehatan.

2. Dapat menerangkan penyebab suatu masalah kesehatan.

Uraian yang disampaikan dalam butir tiga dari ruang lingkup epidemiologi adalah contoh dari ruang lingkup epidemiologi dalam menerangkan penyebab suatu masalah kesehatan, dapatlah disusun langkah-langkah penanggulangan selanjutnya, baik yang bersifat pencegahan ataupun yang bersifat pengobatan.

3. Dapat menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit.

Salah satu dari masalah kesehatan yang amat penting ialah tentang penyakit. Dengan menggunakan metode epidemiologi dapatlah deterangkan riwayat alamiah perkembangan suatu penyakit (natural history of disease). Pengetahuan tentang perkembangan alamiah ini amat penting dalam menggambarkan perjalanan suatu penyakit. Dengan pengetahuan tersebut dapat dilakukan berbagai upaya untuk menghentikan perjalanan sedemikian rupa sehingga penyakit tidak sampai berkelanjutan.

4. Dapat menerangkan keadaan suatu masalah kesehatan.

Karena epidemiologi memepelajari tantang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan, maka akan diperoleh keterangan tentang keadaan masalah kesehatan tersebut. Keadaan yang dimaksudkan disini merupakan perpaduan dari keterangan tersebut. Keadaan yang dimaksudkan disini merupakan perpaduan dari keterangan menurut ciri-ciri manusia, tempat dan waktu. Perpaduan yang seperti ini menghasilkan empat keadaan masalah kesehatan yakni :
a. Epidemi

Epidemi adalah keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam frekwensi yang meningkat.

b. Pandemi

Pandemi adalah suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) frekwensinya dalam waktu yang singkat memperlihatkan peningkatan yang amat tinggi serta penyebarannya telah mencakup suatu wilayah yang amat luas.

c. Endemi

Endemi adalah suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) frekwensinya pada suatu wilayah tertentu menetap dalm waktu yang lama.

d. Sporadik

Sporadik adakah suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ada di suatu wilayah tertentu frekwensinya berubah-ubah menutur perubahan waktu.

D. BATASAN EPIDEMIOLOGI

Epidemiologi mrupakan ilmu yang kompleks dan senantiasa berkembang.oleh karena itu, tidak mudah untuk menentukan suatu batasan yang baku.Hal ini tampak dengan berbagai batasan yang di nyatakan oleh para ahli epidemiologi sebagai berikut

  1. “epidemiologi ialah ilmu yang mempelajari distribusi penyakit dan determinan yang memepengaruhi frekuaensi penyakit pada kelompok manusia”.

(Mac Mahon, B & Pugh, T.F., 1970)

  1. “Epidemiologi adalah studi tentang faktoryang menentukan frekuensi dan distribusi penyakit pada populasi manusia”.(Lowe C.R & Koestrzewski.J.,1974)
  2. “Epidemiologi ialah ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan penyakit dan ruda paksa pada populasi manusia”. (Mausner J.S& Bahn,1974)
  3. “Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari distribusi penyakit atau keadaan fisiologis pada penduduk dan determinan yang mempengaruhi distribusi tersebut” (Lilienfeld A.M., & D.E, Lilienfeld,1980)
  4. Epidemiologi ialah studi tentang distribusi dan determinan penyakit pada populasi manusia” (Barker, D.J.P., 1982)

Dari batasan tersebut terdapat persamaan yaitu semua menyatakan epidemiologi ialah ilmu yang mempelajaridistribusi frekuansi penyakit beserta determinannya, hanya terdapat dua perbedaan yaitu tambahan fenomena fisiologis (lilienfeld & Lilienfeld ) dan ruda paksa (Mausner & Bhan). Denan demikian, Dapat disimpulkan bahwa epidemiologi ialah ilmu yang mempelajari penyakit, ruda paksa, dan fenomena fisiologis tentang frekuansi distribusi dan determinannya pada kelompok manusia. (Budiarto, 2002)

Jika ditinjau dari asal kata, epidemiologi berarti ilmu yang mempelajari tentang penduduk (Yunani: epi = pada atau tentang, demos = penduduk,logos = ilmu). Pada saat ini epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Dari batasan yang seperti ini, segera terlihat bahea dalam pengertian epidemiologi terdapat tiga hal yang besifat poko yakni:
1. Frekwensi masalah kesehatan.

Frekwensi yang dimaksudkan di sini menunjuk kepada besarnya masalah kesehatan dengan tepat ada dua hal pokok yang harus dilakukan yakni menemukan masalah kesehatan yang dimaksud untuk kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengukuran atas masalah kesehata yang ditemukan tersebut.

2. Penyebaran masalah kesehatan.

Yang dimaksud dengan penyebaran masalah kesehatan disini ialah menunjuk kepada pengelompokan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu. Keadaan tertentu yang dimaksudkan banyak macamnya, yang dalam epidemiologi dibedakan atas tiga macam yakni menrut ciri-ciri manusia (man), menurut tempat (place) dan menurut waktu (time).

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi.

Yang dimaksud dengan faktor-faktor yang mempengaruhi di sini ialah menunjuk kepada faktor penyebab dari suatu masalah kesehatan, penyebaran dan ataupun yang menerangkan penyebab munculnya masalah kesehatan itu sendiri. Untuk ini ada tiga langkah pokok yang lazim dilakukan yakni merumuskan hipotesa tentang penyebab yang dimaksud, melakukan pengujian terhadap rumusan hipotesa yang telah disusun dan setelah itu menarik kesimpulan terhadapnya. Dengan diketahuinya penyebab suatu masalah kesehatan, dapatlah disusun langkah-langkah penanggulangan selanjutnya dari masalah kesehatan tersebut.

Apabila batasan epidemiologi disimak secara mendalam, segera terlihat bahwa epidemiologi pada dasarnya dapat dibedakan atas dua macam yakni:
1. Epidemiologi diskriptif.

Disebut epidemiologi diskiptif apabila hanya mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran suatu masalah kesehatan saja, tanpa memandang perlu mencarikan jawaban terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi frekwensi, penyebaran dan atau munculnya masalah kesehatan.
Hasil dari pekerjaan epidemilogi diskriptif ini hanya menjawab pertanyaan siapa (who), dimana (where), dan apabila (when) dari timbulnya suatu masalah kesehatan, tetapi tidak menjawab pertanyaan kenapa (why) timbulnya masalah kesehatan tersebut.

Contoh
Ingin mengetahui frekwensi (banyaknya) penderita TBC Paru disuatu daerah. Untuk ini dikumpulkan data tentang penderita penyakit TBC Paru di Daerah tersebut.

2. Epidemiologi analitik.

Disebut epidemiologi analitik bila telah mencakup pencarian jawaban terhadap penyebab terjadinya frekwens, penyebaran serta munculnya suatu masalah kesehatan.

Contoh
Ingin mengetahui pengaruh rokok terhadap timbulnya penyakit kanker paru. Untuk ini dilakukan pertandingan antara kelompok orang yang merokok dengan orang yang tidak merokok,kemudian dilihat jumlah penderita penyakit kanker paru untuk masing-masing kelompok. Dari perbedaan yang ada dapat disimpulkan ada atau tidaknya pengaruh rokok terhadap penyakit kanker paru tersebut.

E. SEJARAH PERKEMBANGAN EPIDEMIOLOGI

Dari catatan sejarah yang terkumpul mjenunjukan bahwa epidemiologi merupakan ilmu yang telah dikenal sejak zaman dahulu bahkan berkembang bersaan dengan ilmu kedoteran karena kedua disiplin ilmu ini berkaitan satu dengan yang lain lain.Misalnya, studi epidemiologi bertujuan mengungkapkan penyebab suatu oenyakit atau program pencegahandn pemberantasan penyakit yang menbutuhkan pengetahuan ilmu kedoteran seperti :

  1. ilmu faal
  2. Biokimia
  3. Patologi
  4. Mikrobiologi
  5. Genetika

Hasil yang diperoleh dari studi epidemiologi dapat di gunakan untuk menemukan pengobatan suatu penyakit, melakukan pencegahan, atau meramalkan hasil pengobatan.

Perbedaan antara ilmu kedokterandan epidemiologi terletak pada cara penanganan masalah kesehatan.Ilmu kedokteran lebih menekankan pelayanan kasus demi kasus,sedangkan epidemiologi lebih menekankan pada kelompok individu. Oleh karena itu pada epidemiologi, selain membutuhkan ilmu kedokteranjuga membutuhkan disiplin ilmu lain, seperti:

  1. Demografi
  2. Sosiologi
  3. Antropologi
  4. Geologi
  5. Lingkungan Fisik
  6. Ekonomi
  7. Budaya
  8. Statistika

Dari uraian di atas, Jelaslah bahwa epidemiologi merupakan ilmu yang kompleks. Walaupun epidemiologi telah di kenal dan di laksanakan sejak zaman dahulu, tetapi dalam perkembangannya mengalami banyak hambatan hingga barupada beberapa dasawarsa terakhir ini epidemiologi di akui sebagai suatu disiplin ilmu. Oleh karena itu, epidemiologi seolah olah merupakan ilmu yang baru.

Salah satu penyebab hambatan tersebut adalah belum semua ahli bidang kedoteran pada saat itu setuju dengan metode yang di gunakan dalam epidemiologi.hal ini di sebabkan adanya perbedaanparadigma dalam menangani masalah kesehatan antara para ahli pengobatan dan metode epidemiologi, terutama pada masa berlakunya paradigma bahwa penyakit disebabkan oleh roh jahat.

Keberhasilan menembus paradigma berkat perjuangan yang gigih dari para sarjana seperti Hippocrates, John Graunt, John Snow, William Farr, Robert Koch, James Lind, Lord Kelvin, dan Francies Galton.

Para sarjana itu telah meletakkan konsep epidemiologi yang masih berlaku hingga saat ini. Konsep konsep tersebut adalah:

1. Pengaruh lingkungan terhadap kejadian penyakit

2. Penggunaan data kuantitatif dan statistic

3. Penularan penyakit

4. Eksperimen pada manusia ( Budiarto, 2002)

F. RUANG LINGKUP

1. Subjek dan objek epidemiologi adalah masalah kesehatan.

Pada tahap awal perkembangan epidemiologi, masalah kesehatan yang dimaksudkan hanyalah penyakit infeksi dan menular saja (infectious and commuicable). Adanya pembatasan yang seperti ini mudah dipahami, karena pada waktu itu pengetahuan tentang masalah kesehatan masih terbatas. Yang dimaksud dengan masalah kesehatan hanya penyakit saja, dan yang dimaksud dengan penyakit hanyalah penyakit infeksi dan menular saja. Pada waktu itu memang ada anggapan bahwa masalah kesehatan yang dapat berada dalam frekwensi yang tinggi dan menyebar secara meluas dimasyarakat hanyalah penyakit infeksi dan penyakit menular saja.

Pada tahap selanjutnya, pembatasan yang seperti ini mulai ditinggalkan. Dari berbagai penelitian akhirnya diketahui bahwa penyakit yang yang tidak bersifat infeksi dan atau menular dapat pula berada dalam frekwensi yang tinggi serta menyebar secara meluas dimasyarakat. Perkembangan yang seperti ini mendorong bertambah luasnya rung lingkup epidemiologi, yakni mulai pula mencakup penyekit-penyekit yang tidak bersifat infeksi dan menular tersebut. Dengan perkataan lain, sesuai dengan perkembangan yang seperti ini, epidemiologi tidak lagi membatasi diri hanya pada penyakit infeksi dan penyakit menular saja, tetapi telah mencakup pula berbagai macam penyakit yang ada dimasyarakat.

2. Masalah kesehatan yang dimaksud menunjuk kepada masalah kesehatan yang ditemukan pada sekelompok manusia.

Epidemiologi seperti ilmu kedokteran klinik, juga mempelajari masalah kesehatan yang berupa penyakit. Perbedaannya, epidemiologi lebih memusatkan perhatiannya pada penyakit yang ada di masyarakat, sedangkan ilmu kedokteran klinik libih memperhatikan penyakit yang diderita oleh orang perorang. Perbedaan yang seperti ini merupakan perbedaan yang amat pokok sekali, yang menjadi salah satu ciri utama dari pekerjaan epidemiologi.

3. Dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan dimanfaatkan data tentang frekwensi dan penyebab masalah kesehatan tersebut.

Dengan epidemiologi akan diketahui banyak hal tentang suatu kesehatan, termasuk penyabab timbulnya masalah kesehatan tersebut.dalam merumuskan penyebab masalah kesehatan ini, cara yang ditempuh bukan dengan menganalisi hasil pemeriksaan medis ornag perorangan, melainkanmenganalisa data tantang frekwensi dan penyebarab masalah kesehatan tersebut yang ada dimasyarakat.

KESIMPULAN

Secara keseluruhan fungsi pokok epidemiologi adalah untuk memastikan bahwa di dalam suatu pupulasi terdapat kelompok yang mempunyai angka penyakit, ketidakmampuan, cedera, atau bahkan angka kematian yang tinggidan kelompok dengan angka kematian rendah.Ahli epidemiologi megajukan menajukan pertanyaan yang akan membantu menemukan apa yang akan dilakukan oleh populasi yang sakit dengan yang di di lakukan populasi yang sehat.hal itu dilakukan agar penyebab penyakit dapat di pastikan. Keefektifan metode epidemiologi modern bergatung pada hubungan penyakit kronis dengan gaya hidup dan prilaku kelompok yang berbeda.Dengan melakukan hal itu epidemiologi dapat menguraikan begitu banyak penyebab penyakit sebagai program pencegahan dan pengndalian dapat di kembangkan.

Selain berfokus pada metode pengendalian dan pencegahan untuk mengkaji penyebab dan penyebaran penyakit, epidemiologi juga terbukti efektif tidak hanya di area prilaku dan gaya hidup juga berguna pada tahap awal pemahaman terhadap penyakit yang tidak terkendali kegiatan pencegahan juga termasuk pengacauan pola penyebab penyakit. Walau belum semua aspek penyakit dapat di ketahui dan di pahami, epidemiologi dapat membantu menetapkan apakah penyebab penyakit hanya satu atau banyak. Epidemiologi telah menjadi penyumbang yang kuat di dalam bidang kedokteran pencegahan dan di dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian.Dengan biaya perawatan kas yang meningkat epidemiologi mempunyai peran yang pasti di dalam kegiatan pengendalian dan pencegahan bukan saja penyakit menular tetapi penyakit kronis sekaligus penyakit dan kondisi yang berkaitan dengan gaya hidup dan prilaku.

DAFTAR PUSTAKA

Budiarto, Eko dan Anggraeni, Dewi, 2002, Pengantar Epidemiologi Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran, EGC.

Thomas C.Timmreck, PhD, 2004, Epidemiologi Suatu Pengantar (An Introduktion To Epidemiology ) Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran, EGC.

Pengantar Epidemiologi oleh Prof. DR. Dr. Azrul Azwar, MPH

0 komentar:

Posting Komentar