Jumat, 11 September 2009

Akhir Persahabatan



Kali ini aku mau buat cerpen tentang persahabatan dan percintaan.tapi cerpen ini ada beberapa season jadi ikutin terus ya…

Apakah cinta bisa jalan seiring dengan persahabatan atau malah cinta akan menghancurkan sebuah persahabatan? cari tau jawabannya di cerpen ini…

Kriiiiiiiing Kriiiiiiing……….

Tanpa komando tangan itu langsung membanting jam weker kemudian kembali pergi ke dunia mimpinya.Tetapi dunia itu kini menjadi gelap angin bertiup kencang dingin menyergap dan tiba tiba hujaaaaaaan.

“Vanyaaaaaaaa…………” suara kristel nggak kalah kenceng sama suara jam weker.“bisa nggak sich nggak usah pake nyiram kalo banguin, basah semua kan kasurnya jemur lagi dech hari ini.”

“udah marah marahnya… lihat tuch jam berapa sekarang?” Kristel menggapai jam weker yang sudah jatuh

“aaaaaaaaaaa……” Kristel kaget melihat jam menunjukan jam 8 padahal jam setengah 9 ada kuliah dan dosennya killer banget.Kristel langsung ke kamar mandi dan siap siap.Sedangkan vanya hanya bisa geleng geleng melihat sahabatnya itu.

Tok Tok Tok…

Vanya pergi ke depan mambuka pintu kamar kosnya.ternyata Rangga yang datang buat jemput kristel dan vanya.Hampir tiap hari Rangga menyempat untuk menjemput Kristel dan vanya dapat keuntungan dari itu karena vanya bisa nebeng.

“masuk ngga, bantar ya, biasa kristel…” Vanya dan rangga ngobrol ngobrol sambil nungguin kristel.

“itu foto foto kalian” rangga menujuk tembok yang berisi kumpulan foto kristel dan vanya sejak kecil.

“iya, itu foto waktu kita masih kecil, dari lahir kita emang udah sahabatan, kemana mana pasti bareng”

Rangga, Kristel, dan vanya selalu Mereka selalu bertiga nggak pernah nggak, jalan bareng, nonton bareng, kemana mana pasti bareng.temen temen kristel sampai heran kenapa kristel santai aja lihat rangga dan vallen yang semakin dekat, kristel sich percaya aja soalnyakan mereka satu jurusan, lagian vanya juga sahabatnya, dan kristel juga percaya sama rangga

Kristel, rangga sama vanya lagi jalan jalan ke dufan mereka bertiga nyobain berbagai macam permainan,mereka ketawa tawa waktu liat vanya ketakutan waktu naek tornado..

“Kristel sini dech”vanya menarik tangan kristel kuat kuat

“apaan sich,nya”

“main yang itu yuk”

“ogah ah, tinggi tau, sama rangga aja sana” tapi dasar vanya, vanya langsung aja narik kristel buat ngantri tornado, pas ngantri kristel sempet mau pergi eh… rangga malah halangin kristel, gagal dech. alhasil kristel terpaksa naek biang lala dan vanya berhasil bikin kristel ketakutan setengah mati kerena phobia ketinggian. Mereka selalu menghabiskan week end hampir selalu bersama.

“Kalian percaya satu sama lain?”

“pastinya”

“karena itu kamu mau jalan sama aku”

“itu bukan masalah percaya atau nggak percaya ngga, tapi masalah perasaan, perasaanku nggak bisa nolak kalo aku juga sayang sama kamu”vanya mencurahkan perasaannya pada rangga,rangga yang terbawa suasana semakin mendekat ke wajah vanya dan tanpa sadar rangga melumatkan bibirnya ke bibir vallen, vanyapun membalas ciuman rangga, tapi mereka tak menyadari kristel berada di belakang mereka menyaksikan adegan terlarang itu.

Di kampus kristel sendirian karena dia beda jurusan sendiri, sedangkan rangga dan vanya satu jurusan.Kristel males kuliah jadi pergi nyusulin vanya sekalian ketemu rangga tapi pas sampe di gedung ekonomi vanya sama rangga ngga ada.Kristel duduk sendirian di taman tiba tiba ada seseorang yang datang

“nyariin rangga stel”

“eh elo bil, iya tapi malah nggak ada”kristel meliahat jam tangannya ternyata udah jam 1 “udah dulu ya bil gw masih ada kuliah ni”billy hanya senyum melihat kristel.

Billy tersenyum melihat kristel dari kejauhan “andai lo tau apa yang terjadi sebenernya stel”

Ktistel duduk di taman kampus merenungi apa yang dia dengar tadi di kampus

“eh, ada gossip katanya rangga udah jadian sama vanya”

“masa sich, rangga kan pacarnya kristel temen vanya”

“Tapi kalo di liat liat sich bener juga secara di kampus mereka berdua mulu”

“kemaren juga aku liat mereka makan bereng di kafe”

“hahh…kristel palingan juga lagi kebetulan, masa sich vanya temen lo tega nyakitin lo”kata kristel pada dirinya sendiri

“haaaaaaaaayyyyyyyyyoooooooo”suara vanya membuyarkan lamunan kristel tapi kristel Cuma diem aja,kemudian vanya dan rangga duduk di samping kristel

“napa sich stel cemberut gitu”Tanya rangga

“kalian kemana aja, jahat masa aku di tinggal sendirian”

“maaf, tadi kita di panggil dosen, ya udah dari pada cemberut mending kita pergi jalan jalan gimana?”

“Oke…”teriak kristel

Di sepanjang perjalanan kristel dan rangga berdua terus, vanya sedikit sakit hati melihat mereka berdua,rangga yang menyadari perasaan vanya diam diam memegang tangan vanya dan menatapnya minta pengertian, vanya hanya pasrah melihat itu semua.mereka semua sedang makan di kafe KTJ’s

“mbak”panggil rangga kepada salah satu weiters.

“iya mas, mau pesen apa?”

“nasi goreng vampirnya 3 ya mbak”

“baik mas silahkan tunggu sebentar” waiters bernametag chacha kemudian pergi, mereka semua senang senang dan bersenda gurau.

“bentar ya, gue mau kebelakang”vanya pergi dari tempat duduknya.kemudian rangga juga pergi ke belakang, dan tinggal kristel duduk sendirian di sana.

Sementara itu rangga sedang menyusul vanya.

“vanya tunggu, lo kenapa sich?”

“lo masih Tanya kenapa?aku udah muak sama semua keadaan ini ngga, aku udah muak hidup dalam kebohongan, aku udah nyakitin kristel”vanya nangis sesenggukan kemudian rangga memeluk vanya

“Dari awal kita udah taukan konsekuensinya?”

“tapi ngga,gue sakit hati liat kalian berdua,aku mau milikin kamu sepenuhnya”

“vanya, lo percayakan sama gue?”

“Rangga”vanya dan rangga kaget mendengar suara itu

“kristel”

“Oh…jadi ini balesan kalian ke gue”

“Stel, dengerin kita dulu,Kristel”rangga memanggil kristel tapi kristel tetap berlari keluar dari kafe dan tanpa sengaja kristel menabrak seorang laki laki yang belakangan ini ia kenal sebagai indra pemilik kafe KTJ’s.Rangga mengejar kristel tapi sayang tak berhasil, vanya berdiri di belakang rangga vanya masih saja menangis meratapi apa yang telah terjadi.

Kristel menangis sejadi jadinya di kamar,kristel nggak pernah nyangka kalo sahabatnya bakal tega nyakitin dia Cuma karena cowok.Kristel mendengar ada seseorang yang masuk, kristel pura pura nggak lihat dan tetap membereskan pakaiannya, dia tak ingin ada keributan lagi di sini.

“stel, aku tau kamu pasti marah sama semua yang terjadi, tapi apa yang kamu liat nggak seperti yang kamu kira, semua terjadi di luar kendali aku stel, maafin aku udah cinta sama rangga tapi sebenarnya aku nggak mau jadi orang ketiga di antara kalian, maaf aku udah nyakitin kamu, maaf aku udah khianatin persahabatan kita, maaf atas semua yang terjadi selama ini, aku juga nggak maksa kalo kamu nggak bisa maafin aku stel, tapi asal kamu tau aku sangat sangat cinta rangga begitu pula dengan rangga”perkataan valen membuat kristel tambah sakit hati, kemudian kristel pergi dari kamar kosnya.

“kristel dimana, nya?

“dia udah pergi”

Satu minngu kemudian

Kristel duduk ditaman kampus tempat dimana kristel, pacar dan sahabatnya sering menghabiskan waktu bersama, tapi kini semuanya telah berubah, karena satu kesalahan.dan sejak kejadian itu persahabatan yang telah dia jaga sejak kecil harus berakhir hanya karena satu cowok.

Kristel menatap jauh kedepan dia melihat vanya sedang berjalan sendirian sedangkan di sudut lain ada rangga yang sedang duduk dengan sahabatnya.

“ayo stel”kristel tersenyum saat billy mengajaknya pergi ke luar, mereka berdua berjalan menyusuri koridor yang tampaknya tak berujung.

-SELESAI-

Dari cerita di atas, kita dapat ambil hikmahnya, persahabatan itu harus saling percaya dan selalu ngejaga kepercayaan itu jangan sampai kita menyalahgunakan suatu kepercayaan yang kita dapat.Jadi mulai sekarang jagalah suatu persahabatan karena sahabat lebih berharga dari apapun.

Tunggu dulu akhir persahabatan nggak Cuma berakhir di sini aja masih ada lanjutan ceritanya jadi di tunggu aja ya…

0 komentar:

Posting Komentar