Minggu, 11 Oktober 2009

Bintang Di Langit (part 2)

ALOW.....aduh makasih ya masih setia nungguin lanjutan bintang di langit part2....^_^
sorry w posting lanjutannya lamaaaaaaaaaaaaaa banget ya maklumlah karena sikon yang ga memungkinkan w mampir buat posting ini....tapi makasih ya kalian memang sahabat sahabat yang setia.....udah dech nggak usah banyak ngomong mending langsung aja di mulai OK....siap...ready...action....

*flashback*
di bintang di langit part 1....kalian masih ingetkan (ga inget juga ga pa pa kok) ada suara yang begitu mengejutkan valent dan ryan....dan siapa kah orang itu?????????yuk kita cari tau di bintang di langit part 2

Tiba tiba terdengar suara dari arah belakang yang menyapa mereka “hai ryan, valen…” ryan dan valen melihat ke arah belakang, mereka kaget setelah melihat siapa yang datang.Keheningan tercipta diantara mereka

“ini kak rendra kalian masih ingat kan?kak rendra kesini dalam rangka liburan selama seminggu jadi kalian harus temenin kak rendra ya selama di sini”suara bunda asri membuyarkan keheningan di antara mereka.Ryan langsung berlari ke arah kak rendra dan langsung memeluknya.Ryan terlihat sangat senang karena akhirnya kak rendra kembali lagi.

“valen…kamu ngga kangen ya sama kak rendra?”suara kak rendra menyadarkan valen dari lammunannya yang menganggap ini semua hanya mimpi saja.

Kak rendra membuka tangannya memberi isyarat pada valen agar datang padanya dan memeluknya sama seperti yang di lakukan ryan.Valenpun menghampiri kak rendra dan memeluknya.Mereka semua seperti kakak beradik yang sudah lama tidak bertemu.Mereka saling melepas rasa kangen pada kak rendra begitu juga kak rendra pada valen dan ryan.

Mereka saling cerita selama 5 tahun mereka tidak bertemu, ryan cerita tentang valen yang masih manja banget dan kekanak kanakan.Seperti tak mau kalah valen cerita tentang ryan yang hampir setiap hari dapat hukuman dari setiap guru.Saking asyiknya cerita sampai sampai ryan dan valen masih menggunakan seragam mereka yang basah kuyup.

“O..iya trus di hukum suruh ngapain ?”Tanya kak rendra penasaran.

“kalo paling sering di suruh bersihin kamar mandi sekolah, tadi juga makanya kita basah kuyub gini?”kata valen dengan semangat

“kalo elo ga nyiram gue pake air kotor kita ga bakalan basah kuyub tau!!!!”jawab ryan sewot pada valen

“huh gara gara elo….”kata valen sambil bertolak pinggang ke arah ryan.Ryanpun terus menjawab dan terjadilah pertengkaran antara ryan dan valen.Mereka berkejar kejaran di halaman rumah, sementara kak rendra hanya tertawa melihat tingkah laku adik adiknya yang tidak pernah berubah dari kecil.

***

Valen duduk di teras depan kamarnya sedang melihat bintang, valen merasa ada yang aneh dengan perasaannya sewaktu melihat kak rendra.Valen masih tidak bisa melupakan perasaanya pada kak rendra sewaktu kecil.Valen termenung memikirkan apa yang sedang terjadi dengan dirinya, dia juga memikirkan 5 tahun yang lalu di taman rafles“kak rendra datang tidak ya?”tapi tiba tiba lamunan valen menghilang saat mendengar suara ryan dari teras sebelah.

“Valen turun yuk lihat bintang, bintangnya lagi bagus tuh, bareng kak rendra juga?”teriak ryan dari teras kamar ryan yang memang berhadapan dengan kamar valen.

Valen hanya terdiam di tempat dan tak bisa berkata apa apa. “valen ayo cepetan turun”teriak ryan lagi memastikan valen mendengarnya.Valen hanya menganguk mengiyakan ajakan ryan.

Valen turun dari kamarnya menuju halaman rumah dan ternyata di situ sudah ada ryan dan kak rendra.Valen menghampiri mereka dan duduk di antara kak rendra dan ryan begitulah kebiasaan valen jika duduk bersama kedua anak laki laki itu.mereka bertiga memandang langit yang begitu indah dan mengenang kabiasaan mereka dulu.

“O…iya kak kemarin kita lihat bintang terang banget”

“iya kak kemaren tuh bintangnya bagus banget,terus si ryan tiba tiba aja ngayal kalo ada bintang jatuh padahal jelas jelas nggak ada bintang jatuh”

“Gue bilang kan seandainya ngga pa pa donk”jawab ryan sewot pada valen.

“ya udah,truz kalian minta apa?”

“kalo aku minta kita bertiga bisa kumpul lagi, eh…nggak nyangka sekarang kita lihat bintang bertiga”

“o ya aduh jadi tersanjung nih kak rendra, truz kalo valen minta apa?”

“valen sih mintanya yang ga mungkin jadi ga bakalan terwujud” ledek ryan dan kemudian menjulurkan lidahnya pada valen

“ryan rese…..”sambil memukul ryan yang ada di sampingnya.

“doa seseorang yang memintanya dengan tulus dan bersungguh sungguh pasti di dengar sama bintang jatuh dan pasti akan tewujud cepat atau lambat” tiba tiba suara kak rendra membuat ryan dan valen berhenti bertengkar

“dengerin tuh kak rendra”kata valen pada ryan

Belum sempat ryan ngejawab dari arah belakang terdengar suara bunda asri dan di ikuti ayah ryan dan ayah valen. “ayo bantuin,kita mau BBQ nie?”mendengar kata itu valen dan ryan langsung berlari ke arah bunda asri dan di ikuti oleh kak rendra

Ryan dan kak rendra membantu menyiapkan alat alatnya dengan para ayah, sementara valen membantu menyiapkan bahan bahannya dengan bunda asri.Setelah semua persiapan selesai pesta di mulai mereka bercanda dan mengobrol tentang kuliah rendra di London.

Suasana halaman rumah terasa nyaman dan menyenangkan semua orang berbahagia dan bersenda gurau bersama, kak rendra dan valen duduk berdua mereka kelihatan menikmati acaranya dan terlibat pembicaraan yang sangat menyenangkan tapi tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang merasa iri sengan keceriaan mereka, yupzz benar siapa lagi kalo bukan ryan, entah kenapa saat melihat kak rendra dan valen berdua, ryan merasa ada perasaan tidak senang dan cemburu yang menyelinap di hatinya, tapi sesegera mungkin ryan menghilangkan perasaan itu dari hatinya dan mengendandalikan perasaannya. Kemudian ryan cepat cepat kembali bergabung dengan yang lain agar tidak menimbulkan kecurigaan.

***

Di taman sekolah banyak siswa yang sedang duduk santai sambil melihat anak anak basket yang sedang berlatih.dan di antara mereka semua ada 2 orang siswi yang sedang ngobrol dengan tatapan tak berpaling dari arah ryan yang sedang latihan basket

“valen”

“Heem…”jawab valen cuek

“ryan kenapa sich”

“emang ryan kenapa”

“Ryan tuch akhir akhir ini cuek banget sama aku, kemaren aja aku ajakin jalan nggak mau”

“palingan lagi sibuk latihan basket, kamu tau sendirikan tim basket ryan mau ikutan lomba 2 bulan lagi”

“iya sich…tapi masa segitu sibuknya sih sampe sampe nggak ada waktu buat aku”

“ya udah dech ntar ku tanyain sama ryan”

“makasih ya valen,kamu memang sahabat yang paling baek dech”

“lama lama elo sama ya kaya ryan suka ngrayu orang kalo ada maunya”

“namanya juga pacarnya”Pandangan mereka masih tak mau lepas dari arah tim basket sekolah yang masih latihan.

Tak lama kemudian ryan selesai latihan dan berjalan menuju tiara dan Valen “hai…” sapa ryan sambil duduk di depan tampat duduk valen “Kalian lagi ngomongin apa?pasti lagi ngomongin gue”

“Ke GeeRan banget sich elo, sok cakep”

Di tengah tengah obrolan mereka bertiga tiba tiba andre datang. “Tiara elo di panggil kepala sekolah katanya penting soal beasiswa ke London

“O…iya bentar andre, Ryan tiara pergi duluan ya” setelah pamit pada ryan tiara langsung pergi bersama andre menghadap kepala sekolah.

Setelah tiara pergi valen meminum jus mangga yang dia pesan, sesaat kemudian valen meneruskan kembal obrolan mereka “o…iya katanya elo dah ngga pernah jalan bareng ma tiara ya?kenapa?”

Ryan yamg mendengar pertanyaan itu kaget “hah…ga kok, mungkin gue lagi sibuk aja jadinya ngga sempet nemuin Ara”

“ya udah kalo gitu cepetan dech temuin tiara”

“ntaran aja abis pulang sekalian jalan bareng, lagiankan Ara masih ada urusan penting”

“O…iya Gue lupa barusankan di panggil kepala sekolah ya”

“dasar elo pelupa” mereka tertawa di tengah tawa anak anak yang lain.

“gue boleh nanya?”Tanya ryan

“apaan”

“elo ngapa sich nggak cari pacar lagi”

“ryan, selama 5 tahun ini elo tahu ngga kenapa aku ngga mau pacaran?”ryan Cuma menggelengkan kepala saja “karena aku cinta banget ma seseorang dan aku yakin dia bakalan balik lagi ke bandung, awalnya sih mungkin ini hanya mimpi, tapi toh kenyataannya tuhan ngasih aku kesempatan kedua untuk ngungkapin perasaanku itu,dan aku punya rencana bakalan nembak dia pas valentine”ryan yang mendengar hal itu langsung kaget dan hatinya terasa tertusuk pedang yang amat tajam

“siapa orangnya?gue kenal nggak?”tanya ryan dengan rasa penasaran.tapi valen hanya terdiam,valen bingung mau jujur atau nggak sama ryan, tapi sayangnya valen paling nggak pinter buat bohongin ryan.

“elo kenal, malahan akrab banget” ryan yang mendengar jawaban valen semakin penasaran.

“Siapa sih valen?”

Valen menarik nafas dalam dalam sebelum berbicara “orang itu” valen berhenti sebentar, wajah ryan semakin penasaran menanti jawaban dari valen, sesaat kemudian valen melanjutkan ucapannya

“kak rendra” valen berbicara dengan cukup pelan, terlalu pelan untuk ryan dapat mendengarkan cukup jelas.

Saking kagetnya ryan hampir saja mati karena kesedak minumannya sendiri .

“ryan elo kenapa?”tanya valen karena kaget melihat reaksi ryan.

“nggak pa pa kok”

“tadi kau bilang siapa valen?”ryan bertanya dengan nada tak percaya dan kaget.

“kak Rendra”kali ini valen menjawab dengan suara yang cukup keras sehingga ryan dapat mendengar ucapan valen dengan jelas.Ryan Cuma bisa bengong die pan muka valen.

“Kak rendra?”tanya ryan yang masih tak percaya dengan pendengarannya sendiri. Valen hanya bisa menganggukkan kepala saja.

Mandengar nama Kak Rendra keluar dari mulut valen ryan kaget bukan main, tak ingin percaya dengan yang di katakan valen, tapi itulah kenyataan yang keluar dari mulut valen sendiri. Kini hati ryan jadi tak karuan, dan tak tau harus ngasih ekspresi apa kepada valen.

Valen dan ryan sama sama terdiam ditaman. Sampai akhirnya bel tanda masuk kelas berbunyi. Valen dan ryan tersadar taman sekolah telah sepi.Kemudian ryan dan valen cepat cepat meninggalkan taman. Sesaat sebelum ryan pergi ryan sempet melempar senyuman kepada valen.

***

Jam pulang sekolah tiba, kak ryan yang selama di bandung harus jadi supir ryan sama valen sudah ada di parkiran sekolah ngejemput valen sama ryan sekalian ngajakin jalan jalan.Tak lama kemudian valen datang sambil bawa beberapa barang.

“apaan itu val?”

“ini madding sekolah”

“oooo…..trus ryan mana kok ngga barengan?”

“ga tau tuch kak…tadi ngga sempet ke kelas ryan dulu…”

“tunggu bentar dech” kata kak rendra.valen langsung memasukkan barang barangnya ke dalam mobil yang di Bantu kak rendra.

Tanpa mereka sadari ada yang memperhatikan mereka dari kejauhan, hatinya terasa sakit melihat itu semua, tapi ryan hanya diam dia menganggap itu semua rasa cemburu karena selama ini hanya dia yang ada di sebelah valen.

“itu ryan” kata kak Rendra saat melihat ryan yang berada di lapangan basket.

Kak Rendra langsung melambaikan tangan agar ryan cepat ke tempatnya.Ryan berjalan kearahnya.

“sory telat tadi urusan bentar,o iya kak rendra kenalin ini tiara pacar ryan…hari ini ryan ga bareng ma kak rendra soalnya mau jalan ma tiara”kata ryan datar

“ya udah sekalian aja kebetulan kak rendra memang mau ngajakin kalian jalan bareng?”ryan akhirnya ikut kak rendra, kemudian mereka semua masuk mobil dan mobil melaju ke arah salah satu mol di bandung.

Selama dalam perjalanan banyak sekali yang mereka omongin, soal sekolah beasiswa tiara sampe hubungan tiara sama ryan, valen sesekali menimpali jawaban tiara dengan bercanda sehingga suasana dalam mobil terasa hidup, tapi mereka semua tak menyadari perubahan sikap ryan yang selama di mobil hanya diam saja, hanya sesekali bicara dengan nada cuek.

Valen merasa senang bisa berdua dengan kak rendra, selama di mol valen merasa di perhatikan oleh kak rendra, mereka bersenang senang tertawa,mereka berdua sangat bahagia, tapi tanpa mereka sadari, mereka telah melupakan ryan yang juga ikut saat itu, ryan yang melihat kebahagiaan kak rendra dan valen sangat cemburu, tidak rela orang yang selama ini bersamanya kini berpaling ke kak rendra, dan hatinya yang telah terluka karena tiara kini bertambah sakit, hancur kini sudah hati ryan.

Akhirnya ryan dan tiara jalan sendirian, memisah dari kak rendra dan valen karena ryan yang sudah ngga bisa lagi ngelihat kak rendra dan valen yang sangat mesra menurut ryan.

“ryan, valen sama kak rendra cocok banget ya?”

Ryan yang mendengar pertanyaan valen semakin panas dan cemburu, dan ryan hanya diam saja, tiara yang dari tadi melihat sikap ryan yang aneh merasa curiga.Kemudian mereka berdua jalan bareng dan suasana mulai membaik, Ryan sesaat dapat melupakan rasa sakit hatinya atas kejadian di taman tadi, dan mereka berdua bisa tertawa dan bersenang senang.Sekarang mereka berdua berada di sebuah butik, tiara sedang asyik memilih milih baju sementara ryan hanya duduk dan memberikan komentar saja.

“yang ini bagus ngga ryan?”tanya tiara sambil melihatkan baju kepada ryan

“bagus, ambil aja”

“o…iya ryan minggu depan kan valen ulang tahun tuch kenapa ngga di beliin sekalian”

“o…iya bener juga tuch, ya udah aku cari hadiah dulu ya buat valen?”

“tapi jangan lama lama ya?”ryan langsung pergi keluar

Saat tiara membayar baju yang dia beli tiba tiba ryan datang dari arah luar sambil membawa kantong plastic berisi hadiah untuk valen

“ryan, udah nyarinya?dapet apa?”

“ini bagus ngga?”sambil mengeluarkan hadiahnya dan menunjukkan pada tiara, tiara yang melihat hadiah itu terkejut

“lo mau ngasih tiara kalung?”

“iya, baguskan”

“bagus sich, tapi kalung kan buat orang yang istimewa, ganti dech?”

“tapi valen kan istimewa dia itu temen aku dari kecil” mendengar jawaban ryan, tiara marah dan langsung keluar dari toko.Ryan mengejarnya dan menjelaskan semuanya pada tiara tapi sayang tiara tidak mau percaya dan pergi. “tiara maafin aku, aku memang mau ngasih kalung ini ke orang yang paling istimewa di hatiku, valen, maafin aku Ara” kata ryan dalam hatinya karena dia tidak bisa menjelaskan ini semua pada tiara.

Disepanjang jalan tiara menangis atas perhatian ryan yang berlebihan kepada valen, secara tiara tahu kalo dulu ryan sempet nembak valen tapi di tolak, dan sekarang tiara curiga kalo ryan masih nyimpen perasaan sama valen karena selama jalan dengan valen dan kak rendra, ryan melihat mereka dengan rasa cemburu dan tidak senang, tapi tiara berharap kecurigaannya pada ryan itu salah.

***

Malam harinya valen berniat curhat sama ryan tapi sayang ryan lagi pergi, alhasil valen ke rumah tiara buat curhat.

“Tiara, hari ini gue seneng banget”valen terus aja nerocos soal hari ini valen pergi sama kak rendra, sementara tiara hanya diam aja ngedengerin semua celotehan valen.

“Tiara, tau nggak kalo selama ini gue tuh suka banget sama kak rendra?”aku valen dengan nada malu malu

“elo suka sama kak rendra?”

“He’em dan yang tahu ini Cuma lo sama ryan”

“Ryan tahu soal ini?”

“iya, awalnya gue takut kalo aja ryan marah tapi di luar dugaan ryan ngasih malah senyum ke gue walau gue nggak ngerti apa maksud ryan

Mendengar ucapan valen tadi hati tiara sedikit lega dan sedikit agak berkurang kecurigaannya terhadap ryan, walaupun itu semua belum ngejawab semua kecurigaannya.

***

Seminggu telah berselang dari kejadian di taman waktu itu.Seminggu pula ryan tidak ikut kak Rendra dan valen berangkat dan pulang bareng dengan alasan pengen bareng sama tiara. Padahal valen tau banget kalo tiara lagi sibuk ngurusin soal beasiswanya ke London.

Selama jam pelajaran berlangsung ryan tak bisa berkonsentrasi pada pelajaran yang di terangkan oleh guru.pikiran Ryan hanya bisa berpusat pada kejadian di taman seminggu yang lalu tentang pengakuan valen yang suka sama kak Rendra.

Sementara valen juga memikirkan perubahan sikap ryan kepadanya selama seminggu ini.Jam istirahat tiba valen mencari ryan di kelasnya tapi nggak ada.Valen bertanya pada teman sekelas ryan tapi sayang tak ada satupun yang tau ryan ada di mana.Valen terus berjalan dan entah kenapa tiba tiba valen udah ada di gedung olah raga dan mendapati ryan ada di situ sambil main basket sendirian.

“Ryan” teriak valen dari arah pinggir lapangan.

Mendengar suara yang sangat Ryan kenal hatinya langsung berdetak tak karuan tapi untung aja ryan bisa menguasai dirinya dengan cepat.Ryan pura pura tak mendengarnya dan berusaha cuek pada valen.

“lo kenapa sih ryan, cuek banget sama gue” Ryan masih aja main main sama bola basketnya. “ryan, dengerin gue dong?”Teriak valen yang nggak tahan lagi dengan kelakuan ryan. “Mau lo apa sih ryan, gue salah apa sama elo?”

Ryan tak dapat memebendung emosinya kali ini, ryan akhirnya membanting bola basket itu ke lantai kemudian ryan pergi menjauh dari valen, melihat kelakuan ryan tadi valen menjadi kaget.

“Ryan”teriak valen sambil menghampiri ryan “gue minta maaf kalo memang gue punya salah sama lo, tapi tolong jelasin di mana letak kesalahan gue”teriak valen sambil menahan air matanya.

Ryan berhenti dan berbalik badan menghadap valen. “lo mau tau di mana letak kesalahan lo?” valen hanya bisa menundukkan kepala dan menahan air matanya, kemudian valen meneruskan omongannya “harusnya elo tau di mana letak kesalahan elo?”

“tapi gue beneran nggak ngerti ryan tolong jelasin”

“lo nggak sadar kalo seminggu ini elo udah nyakitin hati gue?”

“nyakitin hati elo?”tanya valen keget dengan jawaban ryan

“Sekarang gue mau nanya sama lo” ryan berhenti sebentar dan kemudian melanjutkan kembali “gimana rasanya kalo orang yang lo sayangin tiba tiba bilang kalo dia suka sama orang lain di hadapan muka lo”

“nggak bisa jawabkan lo”valen masih saja tak mengerti maksud ucapan ryan.

“itu yang gue rasain sekarang val, sakit hati karena orang yang gue sayangin suka sama orang lain”

“maksud lo tiara”belum sempat valen menyelesaikan omongannya ryan menyela terlebih dahulu

“elo masih nggak ngerti juga val, percuma punya otak pinter tapi nggak peka sama perasaan”valen kaget dengan kelakuan ryan hari itu.

“yang gue maksud bukan Ara,val, tapi”ryan berheti bicara, dan valen tetap menunggu ryan bicara. “tapi lo” mendengar kata kata ryan tadi valen menjadi tambah bingung dan nggak ngerti.

“Gue, maksud elo apaan sih?”

“seminggu ini gue sakit hati karena lo, karena lo suka sama kak Rendra, dan lo nggak nyadar kalo sebenernya?”ryan menarik nafas panjang berusaha menenangkan diri.

“sebenernya” tanya valen dengan nada penasaran

“kalo sebenernya” ryan menghentikan omongnnya kembali kemudian ryan menarik napas “kalo sebenernya gue masih punya perasaan sama lo valen”

valen hampir tak percaya dengan semua perkataan ryan, valen menarik nafas dan berusaha menenangkan dirinya“elo bercanda kan ryan, bercanda lo nggak lucu tau nggak sih”

Ryan balik badan dan menghadap valen“gue serius valen, gue sayang sama lo”ryan memegang bahu valen dengan kuat kuat.

Valen melepas cengkraman ryan dan mundur satu langkah “ryan itu semua masa lalu dan lo tahu kan perasaan gue sama lo Cuma sebagai sahabat, dan inget lo udah punya tiara?”

“Tapi kenyataannya sekarang gue sayang sama elo valen, bukan Ara atau siapapun”ryan berhenti “gue bisa jalan sama tiara karena lo, gue terima tiara jadi pacar gue karena gue pengen hapus perasaan gue sama lo, tapi itu semua percumah, sampe hari ini perasaan gue Cuma buat lo valen” valen dan ryan saling tatap muka, tanpa mereka sadari ada orang lain yang berada di situ dan menyaksikan kejadian itu.

Dia mundur satu langkah dan tanpa sengaja menabrak pot yang ada di sampingnya dan membuat suara yang cukup membuat valen dan ryan tersadar kalo ada Tiara di juga ada di situ.Tiara kemudian berlari dan di susul oleh ryan, sementara valen masih saja diam di tempat berharap apa yang terjadi tadi hanya mimpi.

Ryan berhasil mengejar Tiara “Ara dengerin penjelasan ryan dulu?”

“apa yang mau ryan jelasin lagi?semua yang Ara lihat udah cukup untuk ngejelasin semuanya” Tiara berlari menjauh dari ryan, tapi ryan tak mengejarnya kembali.

***

Mobil kak rendra melaju dengan cepat, selama perjalan mereka banyak diam hanya valen yang sesekali mengeluarkan celotehannya.

“kak rendra lagi sakit gigi ya?”

“eh…ngga kok emangnya kanapa val?”

“kok dari tadi diem sich”

“ngga papa kok binggung aja kali ya mau ngomong apa?”

“ooo…”

Suasana kembali sunyi ryan, kak rendra ngerasa ngga nyaman dengan keadaan di mobil itu.Mobil terus melaju kearah sekolah ryan dan valen.beberapa saat kemudian mobil sampai di halaman sekolah kak rendra,ryan dan valen turun dari mobil.Tanpa basa basi ryan langsung pergi meninggalkan kak rendra dan valen berdua di mobil.

“o…iya kak rendra ini undangan ke pesta ulang tahun valen ntar malam datang ya!jangan mpe ngga datang lho…”kata valen sambil memberikan undangan yang berwarna putih dan memakai pita warna pink.

“aku usahain datang”jawab kak rendra langsung menganbil undangan dari tangan valen “aku pergi dulu ya”kata kak rendra yang kemudian masuk mobil dan pergi, valen masih di situ melihat mobil kak rendra sampai tak kelihatan lagi kemudian baru valen masuk kelas.

***

Saat valen masuk kelas valen heran “kenapa kelas sepi banget?”Tanya valen dalam hati.valen terus berjalan ke tempat duduknya tiba tiba dari arah belakang valen mendengar lagu happy b’day valen membalikkan tubuhnya dan valen sangat terharu karena ulah ryan, tiara dan teman teman yang lain.

“makasih kalian baik banget dech”

“met ultah ya valen ini semua ide ryan lho”kata tiara pada valen.

“ide ryan?”valen tak percaya kalo ini semua ide ryan, karena akibat kejadian seminggu kemren sampe akhirnya pertengkaran hebat kemaren ryan masih ngediemin valen sampe sekarang.

Ryan yang berada di barisan paling belakang masu ke depan dan memberi ucapan selamat kepada valen dan memeluk valen. “maafin gue ya seminggu ini gue nyuekin lo plus kemaren marahin lo, gue Cuma becanda kok buat ngerjain lo”kata ryan sambil berusaha ketawa,

“dasar ryan, nyebelin”tangan valen seketika memukuli ryan “tapi makasih ya ryan, lo emang sahabat gue yang paling baik banget dech” kata valen sambil memeluk ryan.Tiara yang melihatnya sangat sakit hati.

“eiss…tapi kemaren lo bercandakan?”tanya valen penasaran.

Ryan yang mendengar pertanyaan valen langsung kaget tapi untung aja ryan dengan cepat dapat mengandalikan diri “yaiyalah becanda lagiankan gue Cuma sayang sama ara” kata ryan sambil meraih pundak tiara “mank napa jangan jangan lo suka gue ya?”

“idih sok kecakepan lo”

“mank cakep”

“udah udah tiup dulu lilinnya”kata tiara yang langsung mendekatkan kue tart yang sudah ada lilin berbentuk angka 17 tanda usia valen 17 tahun.Kemudian valen meniupnya dan terdengar suara tepuk tangan dan rasa bahagia teman teman valen di sekelilingnya.

“tapi ini baru permulaan tunggu kejutan yang lain”

“apaan lagi?”Tanya valen penasaran

“ntar habis pulang sekolah masih ada kejutan yang menunggu elo valen”

“seneng ya bikin orang penasaran dech”valen melihat teman yang lain tapi yang lain juga ngga mau kasih tau valen.valen tetap memaksa tapi bel tanda pelajaran di mulai sudah terdengar jadi semua murud kembali ke kelas masing masing.

***

Jam pelajaran terakhir telah selesai valen yang penasaran dengan kejutan ryan langsung bergegas keluar dan menemui ryan di kelasnya.Tapi valen tidak menemukan ryan di dalam kelas, di kelas juga ngga ada satupun orang.Kemudian valen berjalan lurus kedepan dan dia melihat anak panah yang bertuliskan “UNTUK VALEN” valen mangikuti arah anak panah itu.

Satu demi satu anak panah valen ikuti dan ternyata anak panah itu menuju ke arah gedung olah raga, dan saat valen membukanya “BYUUUUURRRR” valen tersiram air dari atas pintu, tiba tiba valen juga di siram tepung dan dari arah depan.Ryan dan yang lain langsung melempari valen dengan telur, valen tidak bisa berbuat apa apa selain pasrah menerima jebakan dan kerjaan ryan dan yang lain.

Valen diam di tempat, ryan dan teman teman tertawa senang kemudian ryan mengambil kue dan membawanya ke depan valen, dan yang lain menyanyikan lagu happy b’day untuk valen sebenarnya sich valen marah banget tapi rasa marahnya telah terhapus rasa bahagia karena ulah ryan.

“sumpah gue benci kejutan lo ryan” tiba tiba valen mengambil kue itu dan lempar ke muka ryan, ryan tak mau kalah, ryan juga membalasnya akhirnya seluruh murid yang di gedung itu saling lempar kue…

Saat mereka sedang asyik lempar kue tiba tiba terdengar suara yang cukup keras “HENTIKAAAAN” seketika mereka berhenti saling lempar kue, dan mereka melihat ke arah pintu ada seorang guru sedang berdiri sambil membersihkan wajahnya yang terkena lemparan kue dari salah satu muridnya.

“semuanya berdiri berjajar CEPAAAT” teriak pak tristan, kemudian dengan cepat semua murid berbaris dengan rapi di hadapan guru tersebut, suasana sangat menegangkan.

“apa yang sedang kalian lakukan di sini?HAH…”tak ada seorangpun yang berani angkat bicara.“apa kalian tidak mendengar saya?”tetap saja tak ada yag berani bicara. “RYAN...”mendengar kata ryan hati ryan langsung berdetak kencang. “cepat jelaskan apa yang kalian lakukan di gedung olahraga hah…”teriak pak Tristan yang terkenal galak dan di takuti seluruh murid di sekolah

“a…a…anu pak…”

“anu anu, cepat jelaskan”

“begini pak…tadi…tadi…kita lagi ngerayain ulang tahun valen pak…ya itu…lagi ngerayain ulang tahun valen”jelas ryan dengan ketakutan.

“ngerayain ulang tahun, sampe gedung olag raga kotor kaya gini?hah…memang kalian dapat izin dari siapa bisa menggunakan gedung ini buat ngerayain ulang tahun?”semua anak yang ada di situ geleng kepala

“tidak ada izin dari guru tapi kalian berani menggunakan gedung sampai kotor?apa kalian tidak memikirkan pak ali, dia yang harus membersihkan seluruh ruangan yang ada di sekolah ini, apa kalian tidak tahu itu tugas yang berat ngerti tidak kalian?”seluruh siswa hanya terdiam di tempat tak berani berkata sepatah katapun.

“kalian di hukum membersihkan gedung olah raga sampai bersih HARI INI juga”

“baik pak”serentak siswa siswi menjawab dengan kompak

“tunggu dulu hukuman kalian tidak hanya itu, kalian juga harus membersihkan kamar madi karena kalian telah memakai ruang olah raga ini tanpa sepengetahuan salah satu guru di sekolah ini”

“tapi pak…”ryan angkat bicara karena merasa keberatan dengan hukuman yang di berikan kepada mereka

“tidak ada tapi tapian cepat lakukan atau hukuman saya tambah lagi!” kata pak tristan sambil melangkah keluar gedung.Kali ini tidak ada yang berani angkat bicara.

Setelah pak Tristan keluar gedung suasana gedung mulai agak tenang, dan semua murid bubar dari barisan.Ryan kemudian ambil insiatif untuk membagi tugas agar hukuman cepat selesai.

“sedang apa kalian disini?”terdengar suara daria arah keluar.mereka semua kaget dan tak berani melihatnya.dan saat mereka lihat ternyata pak firman ada di belakang mereka

“kenapa kalian tegang gini?”

“eh…pak firman ini pak kami sedang di hukum pak Tristan membersihkan gedung ini dan seluruh kamar mandi”jelas ryan pada pak firman

“kenapa kalian dapat hukuman sebanyak itu?”

Ryan menjelaskan apa yang telah terjadi beberapa saat yang lalu sampai saat pak Tristan datang dan menghukum mereka semua.

“oh…begitu, ya sudah kalian bersihkan saja gedung ini kemudian kalian langsung pulang saja masalah membersihkan kamar mandi biar saya saja yang bertanggung jawab, saya keluar dulu”

Serentak mereka semua teriak senang.

“makasih pak firman”kata ryan yang kemudian bergabung dengan teman yang lain.

Mereka cepat cepat membersihkan gedung olah raga itu dengan rasa senang,tapi ada seseorang lagi yang masuk ke gedung itu.

“eh…pak ali ngapain kesini pak?”Tanya valen ketika melihat pak ali msuk gedung itu

“ini neng saya di suruh pak firman bersihin gedung olah raga, sebaiknya neng sama yang lain pulang aja, biar saya saja yang bersihin gedung ini”

“ngga usah pak ali ini kan tugas kita lagian kita juga yang ngotorin gedung ini” kata valen pada pak ali yang kemudian di sambung seluruh murid yang ada di situ “iya pak ali...biar kita aja yang bersihin gedung ini”

“Tapi kalo pak ali mau bantuin juga ngga apa apa kok”

“iya mas pasti saya bantuin kok”jawab pak ali ramah

“makasih pak ali” Teriak Ryan di ikuti teriakan anak anak lain dengan gembira.

***

Malam itu ryan datang kerumah tiara, di hadapan tiara ryan beruasaha menjelaskan semua masalah yang selama ini mengganjal di hati ryan dengan hati hati agar tidak menyakiti hati tiara tapi walaupun begitu tetap saja hati tiara hancur dan sakit meskipun sebenarnya tiara sudah mengetahuinya sejak awal, namun tiara tetap berusaha menampakan wajah yang tegar di hadapan ryan.

“sebenernya gue dah tau kok sejak dulu” tiara udah nggak mau beraku kamu lagi sama ryan “ya udah lah nggak usah di bahas, trus mau lo apa?”Tanya tiara dengan menahan air matanya.

“sekali lagi maafin ryan, Ara, Ryan mau kita putus tapi ini bukan semata mata karena valen” jawab ryan yang merasa sangat bersalah karena telah menyakiti hati tiara.

“ngga usah sebegitunya deh, apa yang bisa gue Bantu?”

“gue mau Ara datang ke pesta ulang tahun valen sekarang juga, trus kasihin hadiah ini buat valen, dan lo harus janji jangan certain malam ini sama valen”

“iya gue janji” tiara berhenti sebentar kemudian melanjutkannya kembali “tapi, kenapa ngga elo aja sendiri yang ngasih, lagiankan lo sahabat valen sejak kecilkan?”

“ngga bisa, Ara?”

“kanapa nggak bisa, lo suka kan sama valen?kalo elo emang suka sama valen tujukin” belum sempat tiara menyelesaikan kata katanya ryan langsung memotongnya.

“Cukup Ara, lo tahukan jawabannya dan lo juga tahukan alasannya?”

“Ok, kalo itu memang keputusan lo, aku bakal dukung 100%, 1000% malah” mereka berdua tertawa sejenak melupakan masalah di sekeliling mereka.

“makasih buat semuanya, makasih buat cinta Ara yang tulus sama ryan”

“Ara seneng bisa kenal ryan, dan ara bangga pernah punya pacar sebaik ryan, jaga diri ryan baik baik ya, see you” ryan keluar dari dalam rumah dan masuk kedalam mobil kemudian mobil melaju kencang melintasi jalanan yang sepi.

***

Sementara di taman rafles

Taman rafles kini tak seperti biasanya, malam ini taman rafles bagaikan istana, memang ulang tahun valen kali ini bertema garden party karena valen ingin mengulang 5 tahun yang lalu yang sempat dia lewatkan.

Valen terlihat cantik dengan gaun yang dia kenakan, valen sedang berdiri dengan beberapa temannya, mereka sedang berbicara, saat valen melihat kak rendra valen langsung minta diri dan menemui kak rendra.

“hai…kak rendra” sapa valen sambil membawakan minum untuk kak rendra “akhirnya datang juga, kok telat sich kak?”

“hai valen…sory telat tadi beres beres dulu, yah jadi telat dech”

“oh…gabung yuk kak sama yang lain?”pinta valen sambil memegang tangan kak rendra.

Mereka bergabung dengan teman teman yang lain, dengan sekejap kak rendra dapat menyesuaikan diri dengan teman valen yang beberapa memang sudah mengenal rendra dari smp.

Semakin malam suasana semakin romantis, lagu yang begitu mendukung cahaya lampu yang tak begitu terang dan yang pasti bintang yang menghiasi langit malam sangat mendukung suasana saat itu, apa lagi valen memang suka dengan bintang.

Kak rendra yang sudah tau isi hati valen tentang dia langsung salah tingkah begitu di ajak valen ke pojok taman yang tidak begitu banyak orang.seketika kak rendra kebingungan dengan kejadian itu.

“eh…valen, ryan mana ya kok dari tadi kak rendra ngga ngeliat ?”Tanya kak rendra basa basi.

“valen juga dari tadi ngga ngeliat, emang tadi nggak bareng ?”

“tadi sempet ngobrol di vila kakak tapi katanya mau duluan”

“yah…palingan sama yang lain”jawab valen datar

“valen, kenapa sich kamu ngadain pesta di taman ini kenapa ngga di rumah aja?”

“karena aku pengen nginget masa lalu aja, kak rendra inget kan dulu valen, ryan sama kak rendra sering main ke taman ini?”

“nginget masa lalu memang hal yang paling menyenangkan?”

“He’em”

“Oiya kak, valen pengen ngomong?”

“Lha emang dari tadi kamu nggak ngomong”

“ih..malah becanda, serius nich kak?protes valen manja.

“apaan?”

“inget nggak 5 tahun lalu,valen pernah ngajak ketemu kak rendra di taman rafles tapi kita nggak sempet ketemu karena kak rendra keburu pergi ke London

“iya kak rendra inget tapi kan wak…”belum sempat kak rendra menyelesaikan kalimatnya valen udah nyela duluan

“sebenarnya waktu itu valen pengen ngomong sesuatu sama kak rendra”

“kalo…”tiba tiba tenggorokan valen terasa tercekat dan tak bisa ngomong lagi

“kalo apa?”tapi valen hanya diam aja

“kalo valen cinta sama kak rendra?”valen pun kaget bukan main saat kak rendra ngomong itu.

“kenapa?kaget ternyata kak rendra tau tentang itu?sebenernya kak rendra udah tau”

“Dari mana kak rendra tau?”

“waktu itu…”

***

Sepulang sekolah tiara sengaja tidak menunggu ryan seperti biasanya, dia pergi duluan dan mampir dulu di café Coklat Stowberi, dan tak di sangka tiara yang sedang duduk sendirian bertemu dengan kak rendra.

“Tiara kan?”

“eh, kak rendra?”

“kok sendirian?nggak bareng ryan?”mendengar nama ryan di sebut wajah tiara langsung berubah.tapi dengan cepat tiara dapat menguasai dirinya.

“nggak kak”

“kamu lagi sedih ya?kalo nggak keberatan tiara bisa kok cerita sama kak rendra” tiara berpikir sesaat tapi tiara tak bisa membendung perasaannya lagi.Tiba tiba tiara menangis di hadapan kak rendra, kak rendra yang melihatnya spontan kaget dan berusaha menenangkan Tiara.

Dengan suara yang terbata bata tiara mencurahkan semua perasaannya yang sedang galau, dia menceritakan semua yang terjadi antara valen, ryan dan dirinya.

Sampai suatu saat tiara tak sengaja bicara “Tapi Valen suka sama kak rendra”

.“Apa tiara?”Spontan kak rendra yang mendengarnya kaget bukan main.

Tiara seketika kaget dengan apa yang dia katakana.

***

“tiara ternyata bocor juga ya”

“namanya juga orang lagi sedih”

“…”

“kak rendra juga sayang sama kamu valen, tapi rasa sayang kak rendra hanya sebatas adik aja ngga lebih”

“aku juga kak, selama ini aku hanya kagum sama kak rendra yang serba bisa, kak rendra yang pinter, perhatian sama valen, akhirnya aku sadar kalo aku hanya kagum sama kak rendra, dan siapa sih cewek yang bisa yang naklukin kak rendra secara gitu ya cowok paling popular seantero sekolah”

“bisa aja kamu”

“kak rendra sayang kamu”sambil memeluk valen dan valen juga berkata pelan “aku juga sayang kak rendra”

“ke sana yuk nggak enak ninggalin tamu”

Kemudian valen dan kak rendra berjalan menuju teman teman yang lain, saat berjalan tiba tiba valen teringat ryan yang dari tadi ngga kelihatan “ kak, ryan mana ya?”

“kita cari yuk?”valen mengangguk, kemudiam valen dan kak rendra mencari ryan dan bertanya pada teman temannya tapi tak ada satupun yang tahu ryan di mana.akhirnya valen dan kak rendra bertanya kepada bunda asri.

“bunda, bunda lihat ryan nggak?dari tadi valen cariin tapi nggak ketemu”Tanya valen pada bundanya

“loh, kalian nggak tahu ya…?”

“tahu apa bunda?”

“kalo ryan hari ini pindah ke paris, karena orang tuanya pindah tugas, dan orang tuanya udah berangkat duluan tadi pagi”

“hah…pindah ke paris?”teriak valen dan kak rendra serentak dan bunda asri hanya menganguk.

“tapi bunda hari ini ryan masih masuk sekolah kok, malah berangkat bareng?”

“iya memang hari ini, hari terakhir ryan sekolah” tiba tiba terdengar suara hp bunda asri bunyi “bentar ya” bunda asri kemudian menjauh, sementara valen masih nggak percaya ryan meninggalkan kak rendra dan valen. Beberapa menit kemudian bunda asri datang dengan mata basah.

“bunda kenapa?”

“valen, rendra kalian harus sabar yah”kata bunda terbata bata

“bunda ada apa?”

“ryan”

“ryan kenapa bunda?”


to be continue.....


kira kira apa yang terjadi dengan ryan ya....trus apakah valent udah sadar sama perasaannya sendiri????

penasarankan sama kelanjutan kisah valent, ryan dan rendra....tunggu kelanjutan kisahnya di bintang di langit part 3 (end) ..........jangan sampe ketinggalan OK.....

0 komentar:

Posting Komentar