Kamis, 03 Desember 2009

Bintang Di Langit (part 3)

ALLOW......pa kabar......makasih ya buat para pembaca setia "BINTANG DI LANGIT" yang masih aja setia nunggu'in akhir kisahnya (pina ke GeeRan banget mank ada yang baca ni cerita).....pada penasarankan gimana ya kisah cinta antara Ara, Ryan, Valen, sama kak Rendra?hhhhmmmmmmmm gimana ya kira kira akhirnya? penasaran? penasaran? yuk kita lanjutin lagi.........

*flasback*
di "bintang di lagit part 2" bunda dapet telp yang mengejutkan dan nyebut nyebut nama ryan...kira kira ada berita apa'an ya?yuk kita cari tau........

“bunda, bunda lihat ryan nggak?dari tadi valen cariin tapi nggak ketemu”Tanya valen pada bundanya

“loh, kalian nggak tahu ya…?”

“tahu apa bunda?”

“kalo ryan hari ini pindah ke paris, karena orang tuanya pindah tugas, dan orang tuanya udah berangkat duluan tadi pagi”

“hah…pindah ke paris?”teriak valen dan kak rendra serentak dan bunda asri hanya menganguk.

“tapi bunda hari ini ryan masih masuk sekolah kok, malah berangkat bareng?”

“iya memang hari ini, hari terakhir ryan sekolah” tiba tiba terdengar suara hp bunda asri bunyi “bentar ya” bunda asri kemudian menjauh, sementara valen masih nggak percaya ryan meninggalkan kak rendra dan valen. Beberapa menit kemudian bunda asri datang dengan mata basah.

“bunda kenapa?”

“valen, rendra kalian harus sabar yah”kata bunda terbata bata

“bunda ada apa?”

“ryan”

“ryan kenapa bunda?”

“Ryan kecelakaan mobil” seketika bunda ari manangis dan di ikuti valen.

Kak rendra, valen dan bunda asri langsung pergi ke rumah sakit, sementara pesta sedang di urus oleh ayah valen. Ketika mereka semua sampai di rumah sakit di sana ada andre dan tiara.

“ngapain elo kesini?”

“tiara, gue Cuma mau lihat keadaan ryan?”

“ryan nggak butuh orang yang sering nyakitin dia?”

“maksud elo tiara”

“jangan belagak bego deh valen, semua ini gara gara elo, ryan kecelakaan gara gara elo valen” teriak tiara emosi dengan terisak isak menahan tangisnya. Sementara valen hanya bisa diam mendengar semuanya.

Andre yang melihat itu semua langsung menenangkan tiara dan membawanya menjauh dari valen. Kak rendra kemudian membantu valen yang sedang menangis untuk duduk di ruang tunggu bersama bunda asri yang sedang menangis dan terus mendoakan ryan.

Suasana di dalam ruang operasi sangat menegangkan, semua dokter sibuk menangani ryan yang terluka parah akibat kecelakaan yang di alaminya, para doter juga di bantu oleh beberapa perawat yang sedang sibuk membantu memberikan alat yang di butuhkan dokter Sudah beberapa jam ryan di operasi tapi belu ada satupun dokter yang keluar dan memberitahukan keadaan ryan. Sementara suasana di ruang tunggu tidak kalah menegangkan. Semua orang yang ada di situ tampak khawatir dan ketakutan akan keadaan ryan saat ini

***

Valen tiba tiba berada di taman rafles, valen sendirian tak ada satu orang pun di sana, valen terus berjalan ke depan dan dari kejauhan valen melihat ada seseorang yang memakai baju putih di sana valen mendekatinya pelan pelan dan ternyata itu ryan, seketika valen berlari tapi ryan berjalan menjauhinya

“ryaaaaaannnn” teriak valen sambil terus berlari menghampiri ryan, tapi ryan terus saja berjalan.valen terus mamanggilnya tapi tak ada tanggapan dari ryan sampai pada akhirnya ryan berhenti dan menghadap ke arah valen.

“ryan jangan pergi, jangan tinggalin aku sendirian”

“valen aku harus pergi, ini sudah saatnya kamu belajar untuk mandiri”

“tapi ryan aku belum siap untuk sendiri, aku nggak bisa bayangin hidup aku tanpa kamu, ryan”

“valen, kamu jangan nangis, aku ngga mau ngeliat kamu nangis lagi, kamu harus tegar”

“ryan, jangan pergi, ryaaaan” panggil valen, tapi ryan hanya tersenyum dan kemudian berjalan menjauhi valen.valen menangis melihat ryan sampai ryan tak kelihatan lagi.

***

Kak rendra yang mendengar teriakan valen memanggil ryan langsung menuju ke dalam kamar valen.Kak rendra mendapati valen menangis di tempat kasurnya kemudian kak rendra mendekat dan menenangkan valen.beberapa menit kemudian bunda asri masuk ke kamar valen.

“rendra, valen ayo turun temui ryan untuk terakhir kalinya”

“iya bunda”jawab rendra sementara valen tetap saja menangis, lalu bunda keluar dari kamar sementara kak rendra membantu valen untuk berdiri dan memapahnya keluar dari kamar.

Saat valen dan kak rendra sampai di ruang tamu telah banyak orang yang datang untuk ziarah, dan jenazah ryan sudah siap untuk di makamkan.valen dan kak rendra ikut mengantarnya.

***

Pemakaman ryan telah usai semua peziarah telah pamit pulang kepada keluarga ryan, tinggallah ayah ryan yang begitu tegar menghadapi kepergian anak semata wayangnya, bunda asri, ayah valen, kak rendra dan valen yang terus saja menangis meratapi kepergian ryan.

Sesaat kemudian ayah ryan dan ayah valen pulang lalu bunda asri juga pulang meninggalkan ryan dan valen yang tetap ingin di makam ryan dulu.Mereka berdua menangis di depan makan ryan. Tiba tiba ada orang yang mendekat dari arah belakang, saat rendra melihatnya ternyata tiara dan andre yang datang untuk ziarah. Mereka kemudian mendoakan ryan yang telah pergi.

Saat valen dan kak rendra pulang tiara memanggilnya dan mengajaknya untuk ngobrol sebentar, akhirnya valen menerima ajakan tiara.Mereka berempat kemudian masuk ke sebuah café langganan mereka.

“makasih valen kamu mau menerima ajakan gue”kata tira membuka percakapan

“sama sama”

“sebenernya aku mau minta maaf atas kejadian di rumah sakit, waktu itu gue takut banget kehilangan ryan”

“nggak papa gue ngerti kok”

“o iya valen gue juga mau ngasih ini ke kamu” tangan tiara sambil memberikan kado ke valen, dan valen menerimanya.

“apa ini?” Tanya valen sambil dengan wajah penasaran

“ini kado titipan ryan sebelum dia kecelakaan” mendengar kata ryan valen kaget tak percaya, kemudian tiara menceritakan semuanya yang telah terjadi di rumahnya sebelum ryan kecelakaan.Valen menangis mendengar cerita tiara dan dia merasa bersalah atas kecelakaan yang menimpa ryan.

***

Valen termenung di teras depan rumahnya, wajahnya tampak sedih dan murung, valen menatap hadiah dari ryan yang sempat ia titipkan pada tiara untuknya.Dengan perlahan valen membuka kado itu kemudian valen mengambil surat yang ada di dalam kado itu dan membacanya.

Valen ketika kamu membaca surat ini aku yakin aku sudah tidak ada di samping kamu lagi dan aku sudah pergi jauh dan tak kan kembali lagi, valen maafin aku ya kalo aku tiba tiba saja pergi dan nggak ngasih tau kamu dulu, karena mungkin ini satu satunya cara untuk aku melepaskanmu tanpa harus aku merasakan sakit hati karena cintaku padamu.

Valen makasih kamu udah ngasih aku berbagai kebahagiaan yang telah kamu berikan selama ini, makasih atas kebaikan kamu, pacar yang kamu barikan, waktu kamu, kebersaan kita selama ini. Aku seneng banget bisa kenal kamu, karena kamu hidup aku sangat berwarna.

Seiring waktu berjalan, kebersamaan kita telah mengubah rasa aku valen, jujur aku cinta kamu valen, tapi aku menyesal kenapa rasa ini baru hadir ketika kita telah mempunyai seseorang di hati kita, dan aku tak mau menyakiti salah satu dari kita, tidak kamu, kak rendra ataupun tiara.aku tak tahu harus bagaimana dengan perasaanku ini, berhari hari aku memikirkannya dan akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari kalian semua. dan mengakhiri semua ini. aku harap keputusanku ini benar.

Valen aku yakin kak rendra dapat membahagiakan kamu, karena itu aku sanggup berkorban untuk kebahagiaanmu, kalo kamu memang sahabatku kamu pasti tahu alasannya dan kamu harus janji kamu akan mencari kebahagiaanmu dan relakan aku pergi.

Sahabat sejatimu

Ryan Agustinus Ferdinan

Valen menangis sendirian di taman tangannya tetap memegang surat pemberian ryan, kemudian valen mengambil kalung pemberian ryan lalu valen memakainya.Valen menatap langit tapi sayang malam itu yang menghiasi langit bukanlah bintang yang cantik tapi awan yang mendung dan gerimis yang seakan akan mengiri kepergian ryan.

***

1 TAHUN kemudian

Valen berjalan menuju makam ryan, kini selain bintang yang menjadi tempat curhatnya ada ryan yang selalu setia mendengarkan curhatan valen.valen cerita panjang lebar tentang lingkungan barunya di kampus.

Sekarang valen telah menjadi mahasiswa di salah sati perguruan tinggi di bandung, valen ambil jurusan design grafis dengan tujuan ingin mewujudkan impian ryan, walupun dari kecil valen tidak suka menggambar akhirnya kini hal itu menjadi kebiasaannya tiap harinya.Walaupun valen telah mewujudkan impian ryan tapi ada satu hal yang mengganjal di hati valen.Pesan terakhir ryan padanya di baris terakhir suratnya.

Setibanya valen di rumah valen langsung merebahkan tubuhnya di kamarnya, valen menatap bintang yang ada di langit langit kamarnya yang di pasang oleh ryan sehari sebelum ulang tahunnya.

“Valen” panggil bunda asri dari lantai bawah rumahnya

“iya buda ada apa?”Tanya valen sambil mengangkat tubuhnya bangun dan turun ke lantai bawah.

“ini ada teman kamu”

“sia…”belum selesai valen bertanya valen sudah kaget melihat seseorang yang ada di hadapannya.”pa…”

“nah itu valen udah turun bunda tinggal dulu ya…”

Valen kemudian meghampirinya, valen masih dalam keadaan kaget tak percaya dengan penglihatannya. Orang itu lalu membuka pembicaraan terlebih dahulu kemudian valen mulai bisa menguasai dirinya dan bisa ngobrol dengan santai.

Seminggu sudah mereka jalan bareng merekapun tidak canggung lagi satu sama lain. Mulai bisa curhat dari hati ke hati.valen juga terkadang mengajaknya ke makam ryan dan mengajaknya bernostalgia mengingat masa lalu saat mereka masih SMP.

Mereka sedang berjalan jalan jalan di taman rafles dengan santai.

“Valen aku mau ngomong sama kamu?”

“ngomong aja ”

“love you” valen kaget dengan apa yang di ucapkan sahabat kecilnya.valen tersenyum dan tidak disangka valen tiba tiba saja memeluk dan mencium bibirnya.

***

Malam harinya valen merayakan hari ulang tahunnya sekaligus hari jadinya dengan alan, hal yang dari dulu tak pernah terlintas dipikirkan valen.valen merayakannya secara sederhana di halaman rumahnya, hampir seluruh keluarga valen, ryan ada di situ, tak tertinggal ada juga kak rendra yang malam itu membawa tunangannya.Tiara dan andre juga di undang valen untuk datang ke acara pesta ulang tahunnya.

Valen sangat senang malam itu, dia merasakan kebahagiaan yang utuh walaupun tak ada ryan lagi disampingnya.Valen menyendiri di pojok taman dia melihat langit yang sangat indah dengan taburan bintang.

Bintang sampaikan pada ryan, rasa terima kasihku yang tak akan sebanding dengan pengorbanan ryan untuk hidup aku.karena dukungan dia aku bisa semangat menatap masa depan hingga hari ini.

Bintang sampaikan pada ryan aku telah memenuhi janjiku pada ryan untuk menggapai kebahagianku. Hari ini tuhan telah memberiku seseorang pengganti ryan untuk menemaniku menjalani hari hariku, kebahagiaan yang nggak akan pernah tergantikan oleh apapun. dan aku harap ryan juga bahagia di sisi tuhan.

“Ryan pasti bahagia di sisi tuhan karena kamu telah membuktikan pada ryan kalo kamu bisa tanpa ada ryan, dan kamu juga telah memenuhi janjimu” terdengar suara kak rendra pada valen dari arah belakang kemudian kak rendra berjalan meyamakan posisinya dengan valen. Mereka berdua terdiam sambil melihat bintang di langit.

“hai kalian ayo cepat kesini kita foto bersama” teriak alan pada valen dan kak rendra, Kemudian mereka menghampiri yang lain dan berfoto bersama.

“SIAP”kata alan yang sedang mengatur kameranya dengan self time. Kemudian alan menghampiri yang lain dan “CIIIISSS”


hmmmm....gimana gimana bagus ga ceritanya??????
kasih komen ya.......
jangan lupa, ditunggu lho......

0 komentar:

Posting Komentar